AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Suasana khidmat dan penuh persaudaraan menyelimuti Kota Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur, saat masyarakat setempat menggelar tradisi Jalan Aiwat (jabat tangan) dan Hadarat keliling kota dalam rangka merayakan Idulfitri 1447 H, Minggu (22/3/2026).
Kegiatan yang berpusat di Rumah Adat Negeri Geser ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan warga lokal dengan para perantau, mulai dari Kota Bula hingga luar daerah.
Acara dilepas secara resmi oleh Kapolsek Geser, Iptu Mo. Solissa, S.HI, bersama Raja Negeri Geser, Soilani Kelian. Hadir pula dalam momen sakral ini Camat Seram Timur Said Awad Alhamid, Babinsa Geser Serka Deny Tella, serta jajaran tokoh agama, adat, masyarakat, dan pemuda.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Rute Aiwat dimulai dari Rumah Raja Negeri Geser, melintasi Dusun Cemara, Dusun Lomin, Dusun Kampung Baru, hingga berakhir di Dusun Kilwaru.
Sekitar 500 warga tampak antusias mengikuti iring-iringan di bawah pengawalan ketat personel Polsek dan Koramil Geser yang dikoordinir langsung oleh Kapolsek.
Di sela kemeriahan tradisi, Kapolsek Geser Iptu Mo. Solissa menyisipkan pesan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Ia menekankan pentingnya menjaga kesucian bulan kemenangan dengan menjauhi perilaku negatif.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk menghindari permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Secara khusus, kami tegaskan agar warga tidak mengonsumsi, memproduksi, apalagi memperjualbelikan minuman keras (miras) yang sering kali menjadi pemicu gangguan keamanan,” tegas Iptu Mo. Solissa.
Selain masalah miras, beliau juga menyoroti pentingnya kerukunan dan kewaspadaan digital.
Selain itu, menjadikan Aiwat sebagai jembatan silaturahmi antarumat beragama.
“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan agar perayaan Idulfitri ini tetap berkesan dan damai bagi kita semua,” tambahnya.
Tradisi Jalan Aiwat dan Hadarat ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat Negeri Geser tetap menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur dalam menjaga harmoni di bumi Ita Wotu Nusa. (HT-01)










