AMBON, HEADLINETIMUR. COM ––
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali mempertegas komitmen zero barang terlarang dengan menggelar razia mendadak di blok hunian Warga Binaan, Selasa (3/3/2026).
Penggeledahan yang dilakukan pada siang hari tersebut menyasar seluruh kamar tanpa terkecuali.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Heriyanto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan deteksi dini yang melibatkan seluruh personel pengamanan secara komprehensif.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Razia ini dilakukan secara insidentil, tidak mengenal waktu—bisa pagi, siang, bahkan tengah malam. Ini strategi kami untuk memitigasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) yang bisa muncul sewaktu-waktu,” ujar Heriyanto.
Ia menekankan bahwa sterilisasi Lapas dari handphone, narkoba, dan pungutan liar (Halinar) menjadi prioritas utama, terutama demi menjaga kekhusyukan suasana Ramadan.
“Kami ingin memastikan seluruh warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa gangguan dari hal-hal yang menyimpang,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, berharap kegiatan ini mampu menjaga stabilitas keamanan yang selama ini telah terbangun. Ia menginstruksikan jajarannya untuk selalu mawas diri dalam bertugas.
“Saya harap petugas pengamanan selalu jeli, waspada, dan siap siaga setiap saat untuk mempertahankan kondusifitas lingkungan Lapas,” tutur Marasabessy.
Dalam razia kali ini, petugas tidak menemukan adanya alat komunikasi (HP) maupun narkoba.
Namun, personel berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang lainnya seperti benda tajam, benda berbahan kaleng dan botol kaca, korek gas dan pisau cukur.
Barang-barang hasil temuan tersebut kemudian disita untuk dimusnahkan guna mencegah penyalahgunaan yang dapat membahayakan keselamatan penghuni Lapas. (HT-01)










