AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, menerima puluhan pedagang Pasar Gumumae Bula di Galeri Sagu Pantai Wailola, Jumat (4/4/2026).
Di sela waktu liburnya, Bupati mendengarkan langsung keluh kesah para pedagang terkait carut-marutnya kondisi pasar.
Dalam pertemuan tersebut, para pedagang ikan dan sayuran mengeluhkan maraknya aktivitas jual-beli di badan jalan dan luar area pasar yang berdampak pada sepinya pembeli di dalam kawasan Pasar Gumumae.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu perwakilan pedagang mengungkapkan bahwa nasib mereka yang tertib berjualan di dalam pasar kian tidak menentu.
“Masalahnya begini Pak, nasib kami di pasar tidak jelas karena masih banyak pedagang yang bebas berjualan di luar area, seperti di Pasar Baru dan pinggir jalan. Kami sudah rugi. Akses masuk ke pasar hanya lewat jalur Pasar Baru, jadi masyarakat sudah belanja di sana sebelum sampai ke tempat kami,” keluhnya.
Hal senada disampaikan pedagang sayur yang mengaku sering merugi karena dagangannya tidak laku.
“Terkadang sayur hanya laku satu-dua ikat. Modal keluar, tapi barang tidak terjual sampai akhirnya terbuang setiap hari,” tambahnya.
Para pedagang menilai penertiban yang dilakukan selama ini tidak efektif karena hanya bertahan hitungan hari. Mereka mendesak pemerintah untuk menerbitkan payung hukum yang lebih kuat.
Oleh karena itu, para pedagang menyampaikan empat tuntutan dan masukan kepada bupati secara langsung.
Pertama, penerbitan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tata kelola pasar dengan sanksi tegas.
Pengawasan ketat secara berkelanjutan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ketiga,
realisasi pembangunan pos pantau di kawasan Pasar Baru.
Keempat, ketegasan Dinas Perdagangan dalam menata zonasi pedagang.
“Kami siap membayar retribusi atau karcis, asalkan semua pedagang ditertibkan masuk ke dalam kawasan pasar yang sudah dibangun pemerintah,” tegas mereka.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Fachri Husni Alkatiri meminta para pedagang untuk proaktif melaporkan kendala di lapangan agar dapat segera ditangani.
“Ini menjadi tanggung jawab saya untuk dicarikan pola penyelesaiannya,” ujar Bupati.
Sebagai langkah konkret, Bupati berjanji akan segera memanggil pihak terkait untuk berkoordinasi.
“Beri saya waktu sampai hari Senin. Saya akan menggelar rapat dengan DPRD dan OPD terkait (Disperindag) untuk mencari solusi terbaik. Setelah itu, saya akan turun langsung ke pasar untuk menemui Bapak dan Ibu semua,” pungkas Fachri. (HT-01)










