Menjahit Sabuk Pertahanan Nasional dari Beranda Daerah

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 14:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menekankan pentingnya sinkronisasi arah kebijakan pembangunan daerah dengan pengelolaan sumber daya nasional demi memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

Fokus ini dinilai krusial, terutama bagi kawasan perbatasan strategis serta daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Panel Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pendidikan Reguler Seskoal Angkatan ke-65 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Yos Sudarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Lewerissa menyatakan bahwa forum ini merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan kepentingan daerah dengan agenda strategis nasional.

“Forum ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antara pembangunan daerah dan kepentingan nasional, khususnya dalam memperkokoh pertahanan maritim kita,” ujar Lewerissa.

Ia menegaskan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019, sistem pertahanan negara bersifat semesta. Artinya, kekuatan pertahanan tidak hanya bertumpu pada aspek militer semata.

Baca Juga :  Maluku Integrated Port dalam Perspektif Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan

“Kekuatan pertahanan juga bersandar pada ketahanan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, serta kesiapan infrastruktur nasional,” tegasnya.

Secara geografis, Maluku memegang peran vital dengan 1.388 pulau dan wilayah yang 92,4 persennya terdiri dari lautan.

Posisi Maluku yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III menjadikannya garda depan yang berbatasan langsung dengan perairan internasional.

Lewerissa menjelaskan bahwa kebijakan pembangunan maritim di Maluku dirancang dengan dua fungsi utama, yakni menjadi perisai penjaga keutuhan NKRI, dan motor penggerak ekonomi dengan menjadikan laut sebagai sumber kemakmuran masyarakat.

Meskipun Maluku memiliki potensi perikanan luar biasa di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)—Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafura—Lewerissa tidak menampik adanya tantangan besar.

Praktik illegal fishing, destructive fishing, dan tingginya biaya logistik masih menjadi hambatan utama.

“Kita menghadapi paradoks, kekayaan sumber daya alam yang melimpah belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya jujur.

Baca Juga :  18 Ton Tuna dan Balobo Asal Maluku Diekspor ke Jepang

Terkait wilayah perbatasan, Maluku memiliki 19 pulau kecil terluar yang memerlukan pendekatan terintegrasi.

Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen mengubah wajah perbatasan dari “beranda belakang” yang terisolasi menjadi “Sabuk Kemakmuran”.

Strategi yang diusung meliputi penerapan ekonomi biru, pengembangan Maluku Integrated Port, penguatan sektor perikanan, optimalisasi Blok Masela, hingga peningkatan konektivitas antarwilayah.

Lewerissa menilai kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut adalah kunci. “Kerja sama ini mencakup keamanan laut, pembangunan wilayah, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir,” tambahnya.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa menjaga laut berarti menjaga kehormatan bangsa.
“Di laut itulah kedaulatan kita diuji, dan di sanalah Indonesia harus berdiri tegak tanpa kompromi,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Seskoal, Laksamana Muda (TNI) Ariantyo Condrowibowo, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos,
Pimpinan dan jajaran Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Perempuan Maluku Jadi Penggerak Ekonomi Melalui Kebun Pangan
Ketua Komisi II DPRD SBT Desak Pemda Bangun Jembatan Darurat di Wai Bobot
Persaingan Ketat, 73 Calon Bintara Polri di Maluku Lolos Rikkes Tahap II
Polemik Pemotongan Gaji dan Penonaktifan BPJS PPPK PW, Begini Penjelasan Direktur RSUD Masohi
Besok GBPM Gelar Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau, Dihadiri Wamen PPPA
Gaji Dipotong, BPJS 148 PPPK Paruh Waktu RSUD Masohi Justru Dinonaktifkan
Gubernur Hendrik : Mentan Setujui Hilirisasi Komoditas Kelapa di Empat Kabupaten
Buka Persiapan Operasional IPR Gunung Botak, Bupati Buru Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:35 WIT

Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Perempuan Maluku Jadi Penggerak Ekonomi Melalui Kebun Pangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:57 WIT

Ketua Komisi II DPRD SBT Desak Pemda Bangun Jembatan Darurat di Wai Bobot

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:49 WIT

Persaingan Ketat, 73 Calon Bintara Polri di Maluku Lolos Rikkes Tahap II

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:14 WIT

Polemik Pemotongan Gaji dan Penonaktifan BPJS PPPK PW, Begini Penjelasan Direktur RSUD Masohi

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:11 WIT

Besok GBPM Gelar Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau, Dihadiri Wamen PPPA

Berita Terbaru

Rektor Universitas Pattimura  Prof. Fredy Leiwakabessy menyampaikan sambutan pada Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela hasil kerja sama Unpatti dan INPEX Masela, Ltd di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026). Foto : Istimewa

Ekonomi & Bisnis

Rektor Unpatti : Rantai Pasok Blok Masela Wajib Sejahterakan Maluku

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:18 WIT