AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Upacara Unpatti, Sabtu (2/5/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara ini dipimpin langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd.
Momen peringatan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Kampus (PEKSIMIKA), sebuah ajang kreativitas bagi mahasiswa di lingkungan Unpatti.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam upacara tersebut, Rektor membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, M.Ed., Ph.D.
Dalam naskahnya, Menteri menegaskan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia yang harus dilaksanakan secara tulus dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.

“Hardiknas harus dimaknai sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional,” ujar Rektor mengutip pidato Menteri.
Salah satu poin krusial dalam pidato tersebut adalah penetapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas kementerian.
Implementasi kebijakan ini didukung oleh lima pilar strategis, yakni revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran melalui literasi dan numerasi, dan perluasan akses pendidikan yang inklusif.
Sinergi dan Pelestarian Budaya
Pidato tersebut juga menggarisbawahi pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai sistem among (asah, asih, dan asuh) sebagai fondasi pendidikan humanis.
Hal ini sejalan dengan visi kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembentukan SDM unggul dan tangguh.

Rektor menambahkan bahwa keberhasilan agenda besar ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga dunia usaha.
Upacara berlangsung khidmat dengan kehadiran seluruh sivitas akademika Unpatti serta siswa-siswi Sekolah Laboratorium Unpatti.
Menariknya, seluruh peserta upacara tampil semarak mengenakan pakaian adat tradisional, sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya bangsa. (HT-01)








