AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Komunikasi Data Sains dan Informatika (FKDSI), Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon menjalani Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi.
Langkah ini dilakukan guna memastikan standar pelayanan mutu perguruan tinggi serta memberikan jaminan kualitas bagi lulusan agar siap bersaing di instansi pemerintah maupun swasta.
Asesmen yang berlangsung pada Jumat (8/5/2026) ini dilakukan oleh dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK), yakni Prof. Dr. H. Najahan Musyafa, M.A. dan Dr. Irwa Rochimah Zarkasi, M.Si.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Teater Gedung Pendidikan Terpadu ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa asesmen lapangan adalah bagian dari general check-up institusi.
“General check-up dilakukan untuk memperbaiki sistem penjaminan mutu. Apa yang belum baik kita benahi, dan yang sudah baik akan terus ditingkatkan,” ujar Wakano.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap digitalisasi. Menurutnya, peningkatan kompetensi dosen, pemerataan penelitian, serta penguatan sistem mutu adalah keharusan yang tidak bisa ditawar.
Asesor I, Prof. Najahan Musyafa, memberikan apresiasi khusus terhadap nomenklatur fakultas di UIN Ambon. Menurutnya, Fakultas Komunikasi Data Sains dan Informatika (FKDSI) merupakan satu-satunya di Indonesia dengan kombinasi nama tersebut.
“Keunikan ini menjadi distingsi (pembeda) UIN Ambon dibanding PTN lain. Kami berharap identitas ini mampu mengharumkan nama lembaga dan Maluku di masa depan,” ungkap Najahan.
Terkait proses AL, Najahan menjelaskan tugasnya adalah memvalidasi data borang dengan fakta di lapangan, mulai dari data mahasiswa, SDM dosen, hingga sarana prasarana praktikum.
Ia juga mendorong Prodi KPI untuk fokus pada tiga pilar pengembangan, yakni target pengembangan mahasiswa, penguatan publikasi ilmiah, dan transformasi institusi sebagai trend branding lima tahun ke depan.
Penguatan Budaya Mutu
Senada dengan koleganya, Asesor II, Dr. Irwa Rochimah Zarkasi, menegaskan bahwa kampus yang berkualitas harus memiliki denyut akademik yang kuat, terutama pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya tata kelola keuangan yang rapi, penguatan jejaring alumni, serta pemanfaatan laboratorium yang terdokumentasi dengan baik. Selain itu, Irwa menekankan poin krusial terkait regulasi terbaru.
“Sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kunci. Akreditasi bukan lagi sekadar label, melainkan refleksi dari budaya mutu yang terbangun di perguruan tinggi,” tegas Irwa.
Proses asesmen ini diharapkan membuahkan hasil terbaik bagi Prodi KPI UIN Ambon guna memperkuat posisi institusi dalam melahirkan praktisi komunikasi yang kompeten di Indonesia Timur. (HT-01)








