AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Periode Juli 2026.
Prosesi kelulusan yang diikuti sebanyak 1.036 wisudawan ini berlangsung di Kampus Utama serta Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Barat Daya.
Rincian 1.036 lulusan tersebut meliputi
Fakultas Hukum 169 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 94 orang,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 187 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 144 orang,
Fakultas Pertanian 58 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 38 orang,
Fakultas Teknik 101 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 54 orang, Fakultas Kedokteran 45 orang, PSDKU Kabupaten Kepulauan Aru 17 orang,
PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya 24 orang, dan Program Pascasarjana 105 orang yang terdiri dari 8 Magister dan 7 Doktor.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pidatonya, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Fredy Leiwakabessy, mengajak seluruh wisudawan untuk terus berkarya serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali Ie, mendorong para lulusan Unpatti untuk menjadi agen perubahan yang berkarakter dan berintegritas di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Gubernur menegaskan bahwa saat ini dunia sedang memasuki era Society 5.0—sebuah era yang menempatkan teknologi sebagai instrumen untuk menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup manusia.
Pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan digitalisasi di berbagai sektor menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif, inovatif, dan kompetitif.
“Tantangan utama di era Society 5.0 adalah bagaimana menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan peran manusia, memperkuat kualitas SDM, serta mengatasi kesenjangan digital antarwilayah,” ujar Sekda saat membacakan sambutan Gubernur.
“Gelar akademik yang Saudara-Saudari sandang hari ini harus dimaknai sebagai tanggung jawab moral dan intelektual untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ditegaskan pula pentingnya penguatan karakter dan moral sebagai fondasi utama menghadapi dinamika perubahan. Kecerdasan intelektual dinilai harus berjalan seiring dengan integritas, etika, empati sosial, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi problem solver yang menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
“Ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan hendaknya diterapkan untuk memberikan manfaat serta dampak positif bagi lingkungan sekitar,” terangnya.
Pemerintah Provinsi Maluku menaruh harapan besar kepada generasi muda untuk terus berinovasi. Kreativitas, semangat kolaborasi, dan penguasaan teknologi yang dimiliki para lulusan merupakan modal penting dalam mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Di tengah derasnya arus globalisasi, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas, budaya, dan kearifan lokal sebagai jati diri bangsa.
“Nilai-nilai budaya dan etika ketimuran harus tetap menjadi landasan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi, agar perkembangan zaman tidak mengikis karakter generasi muda,” imbuhnya.
Turut hadir dalam acara ini jajaran Senat Universitas Pattimura, perwakilan Forkopimda, para tamu undangan, sivitas akademika Unpatti, serta para orang tua wisudawan. (HT-01)









