Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Masuk Bursa Capres 2029

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM –Lembaga survei Indonesian Public Institute (IPI) dalam riset terbarunya menunjukkan sejumlah wajah baru yang masuk dalam bursa bakal calon presiden (capres) 2029.

Beberapa wajah baru yang muncul, antara lain Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga beberapa kepala daerah.

Peneliti IPI Abdan Sakura menjelaskan munculnya wajah-wajah baru tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor yang memengaruhi elektabilitas mereka, seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, visi-misi dan program kerja.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2/2026), Abdan mencontohkan empat indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie, yakni kepemimpinan dan ketokohannya pada angka 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen, serta integritas 10 persen.

Hal serupa juga terekam pada sejumlah kepala daerah, antara lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Sjafrie tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral,” ujar Abdan.

Celah itu menurutnya yang membuka ruang bagi dinamika politik baru, terutama jika terjadi krisis, perubahan peta koalisi, atau absennya “pemain utama”.

Baca Juga :  KPU Maluku Gelar Rakor Strategis Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Abdan menyebutkan rendahnya elektabilitas sejumlah tokoh populer menegaskan popularitas semata tidak lagi cukup di tengah pemilih yang semakin rasional dan kontekstual.

Dia membeberkan para gubernur yang masuk dalam bursa bakal capres 2029 dalam hasil survei, seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

“Wajah-wajah baru tersebut masuk dalam 10 besar tokoh untuk menjadi bakal capres 2029. Sjafrie berada di urutan ke-7 dengan tingkat elektabilitas di angka 7,5 persen, disusul Purbaya 4,9 persen dan Sherly Tjoanda 3,8 persen,” tuturnya.

Dia menuturkan elektabilitas Sjafrie bersaing ketat dengan sejumlah tokoh kepala daerah, seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berada di urutan ke-4 dengan elektabilitas 8,5 persen, lalu Dedi Mulyadi urutan ke-5 dengan elektabilitas 7,9 persen, serta Pramono Anung di urutan ke-6 dengan elektabilitas 7,8 persen.

Lebih lanjut, Abdan mengatakan di puncak elektabilitas dikuasai Presiden Prabowo Subianto dengan angka 22,3 persen, yang jauh melampaui tokoh lainnya.

Sementara, elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di urutan kedua dengan angka elektabilitas 12,2 persen dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di angka 9 persen.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, KPU Maluku Berikan Santunan untuk Anak Yatim

Dengan demikian, katanya, berbagai nama besar masih mendominasi persepsi publik, baik dalam penilaian kelayakan maupun elektabilitas, yang menunjukkan kuatnya pengaruh kekuasaan, kontinuitas elite, dan eksposur media dalam imajinasi pemilih.

“Namun, jarak antara tingkat kelayakan yang tinggi dan elektabilitas yang relatif moderat mengindikasikan satu hal penting, publik mengenal dan menilai, tetapi belum sepenuhnya menjatuhkan pilihan,” ucap Abdan.

Survei Indonesian Public Institute digelar 30 Januari 2026 hingga 5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden yang merupakan masyarakat berusia 17-65 tahun dan berasal dari 35 provinsi di Indonesia.

Teknik sampel yang digunakan pada riset ini adalah sampel acak bertingkat atau multistage random sampling. Metode tersebut merupakan teknik di mana pemilihan sampel dilakukan dalam beberapa tahap dari unit besar ke unit yang lebih kecil, dan setiap tahap dilakukan secara acak.

Berdasarkan teknik itu, sampel berasal dari 35 provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Sementara tingkat kesalahan alias margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan ± 95 persen. (ANT/JPNN)

 

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Literasi Kepemiluan, KPU Maluku Bedah Buku Tata Kelola Pemilu
KPU Maluku Gandeng Kejati Perkuat Pendampingan Hukum Pemilu
KPU Tetapkan Data Pemilih Maluku Semester I 2026 Tembus 1,38 Juta Jiwa
Lawan Kekerasan Seksual, Bawaslu Maluku Resmi Bentuk Pokja PPKS
Bahlil Ikut Groundbreaking Blok Masela, Pelantikan Pengurus Golkar Maluku Ditunda
Hanya Bertahan 5 Bulan, Ibrahim Ruhunussa Resmi Keluar dari Golkar Maluku
KPU Maluku Gelar Rakor PAW dan Pemutakhiran Data Parpol, Mitigasi Masalah Hukum
Wujudkan Data Akurat, KPU Maluku Dorong Parpol Optimalkan Pemutakhiran Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:56 WIT

Perkuat Literasi Kepemiluan, KPU Maluku Bedah Buku Tata Kelola Pemilu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:37 WIT

KPU Maluku Gandeng Kejati Perkuat Pendampingan Hukum Pemilu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:44 WIT

KPU Tetapkan Data Pemilih Maluku Semester I 2026 Tembus 1,38 Juta Jiwa

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:56 WIT

Lawan Kekerasan Seksual, Bawaslu Maluku Resmi Bentuk Pokja PPKS

Senin, 13 Juli 2026 - 21:31 WIT

Bahlil Ikut Groundbreaking Blok Masela, Pelantikan Pengurus Golkar Maluku Ditunda

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Naik Speedboat, Pengadilan Negeri Ambon Hadirkan Sidang Pidana di Saparua

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:23 WIT

Sosial Kemasyarakan

Wali Kota Ambon: Ibu Tangguh, Fondasi Keluarga Kuat

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:18 WIT