AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pernyataan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyinggung keterpurukan Nahdlatul Ulama (NU) dan mengaitkannya dengan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendapat sorotan dari Anggota KAHMI Kota Ambon, Ronan Payapo.
Ronan yang juga merupakan mantan Bendahara Umum HMI Cabang Ambon selama dua periode itu menilai, sebagai tokoh nasional sekaligus pejabat publik, Cak Imin seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.
Menurut Ronan, kritik terhadap seseorang seharusnya diarahkan kepada pribadi, kebijakan, atau kinerja yang bersangkutan, bukan kemudian membawa-bawa organisasi tempat seseorang pernah berproses.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Lisan itu harus dijaga. Apalagi kita adalah orang yang berada di ruang publik. Kalau ada yang dianggap salah atau gagal, silakan dikritik secara objektif. Tetapi jangan kemudian HMI dibawa-bawa,” tegas Ronan.
Ia mengatakan, HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Alumni HMI juga telah tersebar di berbagai bidang profesi, baik pemerintahan, politik, akademisi, dunia usaha maupun sektor lainnya.
Karena itu, menurut Ronan, tidak tepat jika tindakan atau kinerja seorang individu kemudian digeneralisasi kepada organisasi yang pernah menjadi tempatnya berproses.
“HMI bukan milik satu orang dan bukan milik kelompok politik tertentu. Alumni HMI memiliki pilihan dan jalan pengabdian masing-masing. Jadi jangan karena persoalan politik atau kepentingan tertentu, kemudian nama besar HMI ikut dibawa-bawa,” ujarnya.
Kritik Boleh, Jangan Seret Organisasi
Ronan menegaskan dirinya tidak mempersoalkan kritik dalam kehidupan demokrasi. Kritik, kata dia, merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun, kritik harus disampaikan secara proporsional dan berdasarkan fakta.
“Kritik itu biasa dan sah-sah saja. Tetapi harus jelas siapa yang dikritik dan apa persoalannya. Jangan karena seseorang merupakan alumni HMI, lalu organisasi HMI ikut dipersoalkan. Itu cara berpikir yang tidak tepat,” katanya.
Sebagai bagian dari keluarga besar KAHMI Kota Ambon, Ronan berharap polemik tersebut tidak berkembang menjadi pertentangan antara HMI dan organisasi kemahasiswaan lainnya.
Ia mengajak para alumni dan kader organisasi kemahasiswaan Islam untuk tetap menjaga persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan yang dapat memecah hubungan antarkelompok.
Ronan juga mengingatkan para tokoh nasional agar lebih bijak dalam menggunakan bahasa ketika berbicara di hadapan publik.
Menurutnya, seorang tokoh memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat. Karena itu, setiap ucapan harus dipikirkan dampaknya.
“Jangan sampai karena satu atau dua kalimat, kemudian muncul polemik dan hubungan antarkader menjadi terganggu. Kita semua punya tanggung jawab menjaga marwah organisasi masing-masing,” pungkas Ronan.
Ia berharap persoalan tersebut dapat disikapi dengan kepala dingin dan tidak diperpanjang menjadi konflik antara alumni HMI dan kelompok lainnya.
“Sekali lagi, kalau ada yang mau dikritik, kritik orangnya, kebijakannya, atau kinerjanya. Jangan bawa-bawa HMI,” tegas Ronan. (HT-01)











