Hilirisasi Kelapa-Pala Malteng Bakal Dongkrak Ekonomi dan Tenaga Kerja

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 19:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Hendrik Lewerisa, didampingi Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir acara  peletakan batu pertama proyek hilirisasi kelapa dan pala di Desa Liang Awaiya, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (29/4/2026).

Gubernur Maluku Hendrik Lewerisa, didampingi Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir acara peletakan batu pertama proyek hilirisasi kelapa dan pala di Desa Liang Awaiya, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (29/4/2026).

AMBON,  HEADLINETIMUR.COM – Hamparan kebun kelapa dan pala di Desa Liang Awaiya, Kecamatan Teluk Elpaputih, kini bersiap “naik kelas”. Hal ini ditandai dengan dimulainya proyek hilirisasi melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Rabu (29/4).

Gubernur Maluku Hendrik Lewerisa, didampingi Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir acara peletakan batu pertama proyek hilirisasi kelapa dan pala di Desa Liang Awaiya, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Liang Awaiya tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Nefra Firdaus, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, serta unsur Forkopimda, pimpinan OPD, hingga jajaran PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional VIII Awaiya.

Proyek ini menandai pergeseran penting bagi komoditas unggulan Maluku. Kelapa dan pala tidak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi mulai diolah di dalam daerah untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi lokal.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar seremoni pembangunan, melainkan langkah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyambut baik dimulainya hilirisasi kelapa dan pala ini sebagai bagian dari program nasional,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa Maluku memiliki potensi besar dengan produksi kelapa yang telah melampaui 100 ribu ton dan pala mencapai ribuan ton per tahun. Namun, selama ini sebagian besar hasil bumi tersebut masih dijual sebagai bahan mentah.

Melalui hilirisasi, lanjut Hendrik, tidak hanya nilai jual yang meningkat, tetapi juga akan terbuka peluang industri pengolahan, kemitraan petani, hingga penciptaan lapangan kerja baru secara masif.

Baca Juga :  Aset Keuangah Syariah di Maluku Mencapai Rp1,02 Triliun

Meski demikian, Gubernur menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan sosial sebagai fondasi investasi.

“Iklim yang kondusif harus kita jaga bersama. Ini adalah investasi untuk masa depan masyarakat Maluku,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi Kementerian Pertanian dan PTPN yang telah memilih Maluku Tengah sebagai lokasi pengembangan industri.

Hendrik mendorong sinergi lintas instansi agar proyek ini berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.

Masyarakat lokal pun diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif dalam proses pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyoroti kondisi “paradoks kekayaan” yang selama ini dialami Maluku, yakni daerah yang kaya sumber daya alam namun belum sepenuhnya menikmati hasil maksimal.

“Kita kirim bahan mentah ke luar, mereka olah, lalu kita beli kembali dengan harga mahal. Ini paradoks yang harus diakhiri,” cetusnya.

Menurutnya, hilirisasi adalah kunci untuk memutus rantai tersebut sekaligus menjawab tantangan pengangguran dan kemiskinan.

“Kalau tenaga kerja terserap, pengangguran berkurang, dan masyarakat mulai memiliki harapan baru,” tambahnya.

Target Produksi

Sebelumnya, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, mengungkapkan dua Proyek Strategis Nasional (PSN) dibangun dengan anggaran Rp640 miliar.

Proyek besar ini mencakup pabrik pengolahan kelapa terintegrasi senilai Rp500 miliar dan pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar.

Baca Juga :  Wali Kota Ambon Dorong Penguatan Literasi dan Ekonomi Syariah di SALAM Fest 2026

Zulkarnain menyampaikan bahwa pembangunan dua PSN tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo melalui hilirisasi komoditas perkebunan.

“Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama agraris global,” ungkap Zulkarnain, Sabtu (28/3/2026).

Dalam menyukseskan program hilirisasi ini, pemerintah pusat menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I.

Sebagai BUMN, PTPN diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus penghubung antara potensi petani lokal dengan teknologi industri modern dan akses pasar global.

Pabrik kelapa terintegrasi yang akan dibangun memiliki kapasitas olah hingga 300.000 butir kelapa per hari.

Produk yang dihasilkan meliputi, Medium Chain Triglycerides (MCT) tepung kelapa, dan aang aktif untuk pasar domestik dan ekspor.

Sementara itu, pabrik pengolahan pala akan difokuskan pada produksi oleoresin standar tinggi guna memenuhi pasar ekspor premium.

Oleoresin merupakan ekstrak biji pala yang menjadi bahan baku utama dalam industri makanan, kosmetik, hingga farmasi.

Bupati peraih gelar Magister Administrasi Publik ini menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik industri.

“Ini adalah upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga Maluku Tengah,” pungkasnya. (HT-02)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapat Dukungan Bank Dunia, Gubernur Maluku Optimis Groundbreaking PSN Maluku Integrated Logistic Hub pada 2027
Bukan Sekadar Dimusnahkan, Anos Yeremias Desak Pemprov Maluku Legalisasi dan Tata Industri Sopi
Pemprov Maluku Dorong Percepatan Penanganan Dampak Sosial PSN Blok Masela
Ekonomi Maluku Trwulan II 2026 Tumbuh 5,31 Persen, Lampaui Nasional
Akademisi UIN Ambon Kritik Pendirian 5 BUMD Baru di Maluku, Fajrin: Lakukan Studi Kelayakan Mendalam
Akademisi Kritisi Rencana Pemprov Maluku Tambah 5 BUMD Baru: Tata Kelola Masih Carut-Marut!
Kapasitas Nelayan Kota Ambon Ditingkat Melalu SLCN
Bahlil Tegaskan Proyek LNG Abadi Masela Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Maluku

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:33 WIT

Dapat Dukungan Bank Dunia, Gubernur Maluku Optimis Groundbreaking PSN Maluku Integrated Logistic Hub pada 2027

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:38 WIT

Bukan Sekadar Dimusnahkan, Anos Yeremias Desak Pemprov Maluku Legalisasi dan Tata Industri Sopi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:10 WIT

Pemprov Maluku Dorong Percepatan Penanganan Dampak Sosial PSN Blok Masela

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:09 WIT

Ekonomi Maluku Trwulan II 2026 Tumbuh 5,31 Persen, Lampaui Nasional

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:23 WIT

Akademisi UIN Ambon Kritik Pendirian 5 BUMD Baru di Maluku, Fajrin: Lakukan Studi Kelayakan Mendalam

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT