AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Lembaga Bimbingan Belajar Eduasyik secara resmi menyelenggarakan kembali ajang bergengsi Olimpiade Bintang Sekolah (OBS) Kota Ambon Tahun 2026.
Perhelatan yang telah memasuki tahun keempat ini berlangsung mulai Senin, 11 Mei hingga Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku.
Olimpiade Bintang Sekolah tahun ini diikuti oleh 511 peserta yang berasal dari 83 sekolah di wilayah Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2022, OBS konsisten menjadi ruang bagi siswa untuk menguji kompetensi serta membangun rasa percaya diri melalui kompetisi yang sehat.
Berbeda dengan olimpiade pada umumnya, OBS 2026 mengusung konsep inklusif dengan menghadirkan kategori perlombaan yang variatif.
Bidang Akademik meliputi Olimpiade Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sedangkan Bidang Non-Akademik terdiri atas kompetisi Berhitung dan Mewarnai (TK & SD), Rangking 1 (SD), Spelling Bee (SD), serta Bertutur dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (SD).
Halifah Tianlean, Project Leader OBS 2026, menyatakan bahwa acara ini dirancang sebagai bentuk apresiasi bagi kreativitas siswa.
“Kami berupaya memfasilitasi tumbuhnya rasa percaya diri dan semangat berprestasi, sekaligus memberikan pengalaman kompetisi yang sehat bagi para peserta,” ujarnya.
Sinergi untuk Kemajuan Pendidikan Maluku.
Penyelenggaraan OBS 2026 juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan non-formal dengan pemerintah daerah.
Muhammad Afif Rumbouw, CEO Lembaga Bimbel Eduasyik, menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan alat ukur bagi capaian siswa di sekolah masing-masing.
“Setiap anak memiliki potensi masing-masing, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Perlu adanya kerja sama dari pemerintah, baik Dinas Pendidikan Kota Ambon maupun Provinsi, untuk bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan di Maluku,” tutur Afif.
Senada dengan hal tersebut, Hans Lekatompessy, Pengawas Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Ambon, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Beliau menekankan pentingnya siklus “Belajar, Berlatih, dan Berkompetisi” bagi perkembangan siswa.
“Dinas Pendidikan selalu memberikan dukungan untuk lembaga pendidikan non-formal. Pelaksanaan Olimpiade Bintang Sekolah ini diharapkan dapat memberikan insight bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Kota Ambon dan secara umum di Maluku,” ungkap Hans.
Rekam Jejak Keberlanjutan
OBS 2026 di Kota Ambon merupakan kelanjutan dari rangkaian program edukasi berkelanjutan oleh Eduasyik. Sebelumnya, pada April 2026, agenda serupa telah sukses dilaksanakan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk kedua kalinya.
Kehadiran OBS yang keempat kalinya di Ambon ini membuktikan komitmen Lembaga Bimbel Eduasyik dalam menjaga konsistensi mutu pendidikan non-formal di wilayah Maluku.
Lembaga Bimbingan Belajar Eduasyik adalah institusi pendidikan non-formal yang berfokus pada pengembangan potensi siswa melalui metode pembelajaran yang asyik.
Melalui program seperti Olimpiade Bintang Sekolah, Eduasyik berkomitmen menjadi mitra strategis bagi sekolah dan orang tua dalam mencetak generasi berprestasi di Maluku. (HT-01)








