Perkuat Pembangunan Adil, Rumah Generasi Latih 10 Pokja Inklusi Ambon

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Sebagai wujud komitmen memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, Fase II Program INKLUSI-Rumah Generasi resmi menggelar kegiatan Penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Inklusi di Hotel Golden Palace, Senin (22/6/2026).

Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring, koordinasi, dan kolaborasi dalam mewujudkan komunitas yang aman, tangguh, dan inklusif.

Kegiatan ini diikuti oleh para pendamping kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTP/A) serta pendamping perlindungan sosial (Perlinsos) dari 10 desa/negeri dampingan baru bentukan tahun 2026.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk membekali para peserta, kegiatan ini menghadirkan tiga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Ambon sebagai narasumber utama.

Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy, mengupas strategi memperluas akses masyarakat rentan terhadap program bantuan sosial (bansos) dan layanan dasar. Beliau juga menekankan pentingnya peran Pokja dalam pendampingan langsung di lapangan.

Baca Juga :  Wagub Maluku Gelar Penyembelihan Hewan Kurban, Jaga Tradisi dan Kebersamaan Umat

Sedangkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Hanny Meila Seconova Tamtelahittu, memaparkan pentingnya administrasi kependudukan (Adminduk) sebagai fondasi perlindungan sosial.

Dalam sesi ini, dirumuskan strategi percepatan kepemilikan dokumen bagi kelompok rentan guna mendukung pemutakhiran data desa.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Masyarakat Desa (P3AMD), Meggy M. Lekatompessy, menekankan pentingnya membangun mekanisme perlindungan perempuan dan anak berbasis masyarakat.

Ia mengajak Pokja untuk mengintegrasikan isu Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) ke dalam perencanaan pembangunan desa.

Pentingnya Validitas Data dan Isu Perubahan Iklim

Koordinator Program INKLUSI – Yayasan Rumah Generasi, R. Jemmy Talaku, menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat, terpilah, dan responsif gender adalah modal utama agar kebijakan desa bisa tepat sasaran.

“Data inklusif ini diharapkan dapat membantu pemerintah desa/negeri dan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan yang lebih efektif dan berkeadilan,” ujar Jemmy.

Baca Juga :  Wawali Ely Toisutta Ajak Tokoh Agama Perkuat Deteksi Dini Potensi Konflik di Ambon

Sedangkan Program Officer-Inklusi Yayasan Rumah Generasi, Sofia Siahaya, mengajak peserta untuk aktif mengintegrasikan perspektif inklusi ke dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal.

Untuk mengasah keterampilan praktis peserta, sesi sharing knowledge menghadirkan tiga penggerak senior Pokja Inklusi yang telah sukses di lapangan yakni Merry Wattilete (Ketua Pokja Inklusi Gosepa-Desa Galala),
Nikolas Defretes (Ketua Advokasi Pokja Inklusi Tihulessy-Negeri Hukurila), dan Ampi Tahalea (Koordinator Pangkalan Data-Desa Hunuth).

Mereka membagikan kisah sukses mulai dari mendampingi kasus kekerasan, mengadvokasi akses layanan dasar, hingga mengelola pangkalan data desa berbasis perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG).

Ke depan, Yayasan Rumah Generasi akan melanjutkan program ini lewat penguatan langsung di masing-masing desa/negeri.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan seluruh kelompok masyarakat—termasuk perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan lansia—mendapatkan hak dan akses yang setara dalam pembangunan di Kota Ambon. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apresiasi Kafilah MTQ, Wagub Maluku Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Qurani
Forum Peduli SBB Kirim Satu Truk Bantuan untuk Korban Konflik Patahuwe-Lisabata
Pendekatan Humanis, Kapolres SBB Perkuat Sinergi Bersama Eks Napiter
Kafe Ujung JMP Salurkan 1 Ton Beras untuk Korban Bentrok Taniwel
Gubernur Maluku: Agama Mengajarkan Kedamaian, Persaudaraan Menghadirkan Kekuatan
LPKA Ambon Perkuat Moral Anak Binaan Bersama Kemenag
Isbat Nikah Terpadu, 60 Pasutri di Ambon Dapat Kepastian Hukum
Batas Akhir Registrasi Bansos 31 Agustus 2026, Warga Ambon Diimbau Segera Mendaftar

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:28 WIT

Apresiasi Kafilah MTQ, Wagub Maluku Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

Rabu, 16 September 2026 - 14:35 WIT

Forum Peduli SBB Kirim Satu Truk Bantuan untuk Korban Konflik Patahuwe-Lisabata

Rabu, 16 September 2026 - 10:04 WIT

Pendekatan Humanis, Kapolres SBB Perkuat Sinergi Bersama Eks Napiter

Selasa, 15 September 2026 - 06:29 WIT

Kafe Ujung JMP Salurkan 1 Ton Beras untuk Korban Bentrok Taniwel

Minggu, 6 September 2026 - 22:35 WIT

Gubernur Maluku: Agama Mengajarkan Kedamaian, Persaudaraan Menghadirkan Kekuatan

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT