AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bersiap menyambut investasi strategis senilai Rp640 miliar untuk pengembangan hilirisasi kelapa dan pala.
Persiapan proyek skala besar ini dibahas dalam rapat koordinasi percepatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, serta dihadiri langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (1/9/2026).
Rapat tersebut mengonsolidasikan kesiapan pembangunan fisik industri setelah pelaksanaan groundbreaking oleh Presiden RI pada 29 April 2026 lalu. Pembangunan fasilitas pengolahan ini ditargetkan dimulai pada awal Oktober 2026, menyusul penyelesaian seluruh tahapan administrasi, perizinan, dan persiapan teknis di lapangan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Alokasi investasi proyek senilai Rp640 miliar tersebut terbagi atas dua sektor utama. Industri kelapa Rp500 miliar yang dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 600 ribu butir per hari untuk menghasilkan berbagai produk turunan, termasuk coconut milk.
Kemudian, Industri Pala dengan nilai investasi Rp140 miliar yang difokuskan untuk mengolah pala menjadi nutmeg oleoresin guna memenuhi kebutuhan industri pangan, kosmetik, hingga farmasi.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa masuknya industri pengolahan ini diproyeksikan membuka sekitar 3.000 lapangan kerja baru.
Selain itu, proyek ini akan menggerakkan ekosistem usaha lokal, mulai dari pasokan bahan baku petani, jasa logistik, pengemasan, hingga pasar ekspor.
“Hilirisasi kelapa dan pala bukan sekadar membangun pabrik, melainkan membuka rantai ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Hasil bumi Maluku Tengah tidak boleh lagi keluar sebagai komoditas mentah, tetapi harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal,” ujar Bang Ozan.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berkomitmen mengawal seluruh tahapan investasi agar berjalan aman, kondusif, dan sesuai target, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku Tengah.
Target Produksi
Sebelumnya, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, mengungkapkan pembangunan dua
Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo melalui hilirisasi komoditas perkebunan.
“Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama agraris global,” ungkap Zulkarnain, Sabtu (28/3/2026).
Dalam menyukseskan program hilirisasi ini, pemerintah pusat menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I.
Sebagai BUMN, PTPN diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus penghubung antara potensi petani lokal dengan teknologi industri modern dan akses pasar global. Pabrik kelapa terintegrasi yang akan dibangun memiliki kapasitas olah hingga 300.000 butir kelapa per hari.
Chain Triglycerides (MCT) tepung kelapa, dan aang aktif untuk pasar domestik dan ekspor. Sementara itu, pabrik pengolahan pala akan difokuskan pada produksi oleoresin standar tinggi guna memenuhi pasar ekspor premium.
Oleoresin merupakan ekstrak biji pala yang menjadi bahan baku utama dalam industri makanan, kosmetik, hingga farmasi.
“Ini adalah upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga Maluku Tengah,” pungkasnya. (HT-01)











