AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Sebanyak 150 dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon mengikuti Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome Based Education (OBE) Terintegrasi Cinta dan STEM, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kamari, Kota Ambon ini merupakan bagian dari pembukaan Program NGOPI (Ngobrol Peningkatan Mutu Pendidikan Islam). Program ini diselenggarakan atas kolaborasi FTIK UIN A.M. Sangadji Ambon, Kementerian Agama RI, dan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, F. Alimudin Kolatlena.
Turut hadir langsung dalam acara tersebut Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., Dekan FTIK Dr. Nurhasanah, M.S.I., serta jalan pimpinan fakultas.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Anggota Komisi VIII DPR RI F. Alimudin Kolatlena menyampaikan bahwa Program NGOPI pada tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan gelombang kedua setelah sukses digelar pada 2025.
“Hasil evaluasi bersama Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama menunjukkan program ini berdampak positif, sehingga kembali didorong dengan cakupan yang lebih luas dan alokasi anggaran yang meningkat,” ujar Alimudin.
Legislator asal daerah pemilihan Maluku tersebut menegaskan, Program NGOPI hanya diberikan kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang dinilai memiliki kapasitas dan kesiapan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Ia berharap transformasi status kelembagaan dari IAIN menjadi UIN A.M. Sangadji Ambon diikuti dengan perluasan peran dan kontribusi nyata di tengah masyarakat, termasuk pesantren dan madrasah.
“Transformasi kelembagaan tentu bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan harus diiringi dengan perluasan peran perguruan tinggi. Kami berharap NGOPI tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi memberikan kontribusi konkret terhadap Tridarma Perguruan Tinggi,” tambahnya.
Alimudin juga mengapresiasi para akademisi yang hadir dan berharap sinergi antara pemerintah, DPR, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat terus diperkuat.
Penekanan Kurikulum Baru dan Distingsi Keislaman
Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon, Prof. Abidin Wakano, menyambut positif keberlanjutan Program NGOPI. Menurutnya, workshop penyusunan RPS ini sangat strategis dalam menyambut implementasi kurikulum baru pada Tahun Akademik 2026/2027.
“Kurikulum inilah yang mencetak output lulusan. Karena itu harus akuntabel dan dimanifestasikan secara terstruktur dalam bentuk RPS berbasis OBE. Produknya harus jelas dan dapat dimanfaatkan,” tegas Rektor.
Prof. Abidin juga mengingatkan agar core keislaman dan kekhasan multikultural Maluku tetap menjadi ruh utama yang menyemangati seluruh disiplin ilmu di UIN Ambon.
“Integrasi keislaman adalah distingsi yang membedakan PTKI dengan perguruan tinggi umum. Penyusunan RPS tidak cukup lagi memakai pendekatan monodisipliner, tetapi harus multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner agar melahirkan lulusan yang Cerdas, Berbudi, dan Berdampak,” pungkasnya. (HT-01)










