Anggota DPR Alimudin Kolatlena Kunjungi Bulog, Pastikan Stok Beras Maluku-Malut Aman

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 04:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra daerah pemilihan Maluku, Alimudin Kolatlena, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Perum BULOG Maluku dan Maluku Utara di Kota Ambon, Senin (27/4/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Maluku dan Maluku Utara aman dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan ke depan.

Selain itu, Alimudin juga meninjau langsung kualitas beras serta mengevaluasi mekanisme distribusi kepada masyarakat agar tetap lancar.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Prabowo Subianto kepada anggota Fraksi Gerindra untuk memantau ketahanan pangan di dapil masing-masing guna mendukung keberhasilan swasembada pangan nasional.

Kedatangan Alimudin Kolatlena disambut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bulog Maluku-Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir bersama jajarannya.

Pada kesempatan tersebut, Rudy
mengimbau masyarakat agar tidak khawatir mengenai persediaan pangan. Ia menegaskan bahwa stok saat ini sangat mencukupi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Saat ini stok kita sudah mencapai 12 ribu ton, ditambah beras komersial sebanyak 13 ribu ton lebih. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan,” ujar Rudy Senawi Tahir di Gudang Bulog Air Salobar, Ambon, Senin (27/4).

Baca Juga :  Lentera Rumpun Kasih Fokus pada Gerakan Sosial dan Pemberdayaan Komunitas

Rudy menambahkan, pihaknya aktif menyerap gabah petani lokal, terutama dari Kabupaten Buru dan Seram. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, serapan setara beras di Maluku dan Maluku Utara melampaui target, yakni mencapai 106 persen.

“Capaian ini sejalan dengan program Presiden Prabowo untuk menyejahterakan petani dan mewujudkan swasembada pangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” imbuhnya.

Meski stok aman, Rudy mengakui adanya beberapa kendala teknis di lapangan.

Di Pulau Buru dan Seram, sistem penggilingan petani masih menggunakan metode one-pass dan mesin “grandong” di atas mobil, yang berdampak pada penurunan kualitas beras.

Selain itu, kenaikan harga BBM jenis Dexlite yang hampir mencapai dua kali lipat menjadi beban berat bagi operasional mesin giling maupun biaya transportasi, baik melalui jalur darat maupun laut menuju Ambon.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik Per 1 April

“Semua kendala ini telah kami sampaikan kepada Bapak Alimudin Kolatlena. Kami berharap ada solusi melalui intervensi pemerintah pusat, seperti revitalisasi alat penggiling agar lebih modern sehingga kualitas beras meningkat. Kami juga berharap ada subsidi BBM atau pengalihan ke Bio Solar agar biaya produksi petani tidak membengkak,” jelas Rudy.

Terkait keterbatasan infrastruktur, Bulog berencana membangun gudang penampung baru di Gemba, Pulau Seram.

Saat ini, koordinasi dengan pemerintah daerah tengah dilakukan terkait penyediaan lahan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Alimudin Kolatlena menegaskan akan membawa seluruh catatan kendala ini ke tingkat pusat melalui Fraksi Gerindra untuk disampaikan langsung kepada Presiden.

“Semua problem yang dialami petani dan Bulog di daerah akan kami sampaikan agar ada intervensi konkret dari pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah infrastruktur maupun biaya logistik di Maluku,” tegas Alimudin. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni
Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah
Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS
Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah
Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara
Pabrik Kelapa dan Pala Malteng Dibangun Oktober, Target Serap 3.000 Tenaga Kerja
Ekspor Maluku Januari-Juli 2026 Capai Rp591,84 Miliar, Didominasi Nonmigas
Maluku Raih Financial Literacy Award 2026, Wagub Terima Penghargaan dari OJK

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:52 WIT

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni

Kamis, 24 September 2026 - 13:52 WIT

Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah

Rabu, 16 September 2026 - 19:02 WIT

Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS

Rabu, 16 September 2026 - 17:01 WIT

Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah

Rabu, 16 September 2026 - 16:15 WIT

Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT