AMBON, HEADLINETIMUR.COM –
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf mengatakan, Indonesia kini menempati peringkat ketiga dunia dalam indikator ekonomi syariah global berdasarkan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025.
Di level domestik, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 mencatat indeks literasi syariah sebesar 43,42 persen dengan inklusi 13,41 secara tahunan.
Angka ini menunjukkan pemahaman masyarakat yang terus membaik, meski pemanfaatannya masih perlu diakselerasi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Di Provinsi Maluku, industri perbankan syariah juga menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga Desember 2025, total aset perbankan syariah mencapai Rp1,02 triliun dengan pembiayaan sebesar Rp710 miliar yang tumbuh 18,30 persen secara tahunan.
Rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,14 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 2,19 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa kinerja perbankan syariah di Maluku tetap terjaga serta memiliki potensi untuk terus berkembang dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan UMKM di daerah,”kata Yusuf pada acara puncak Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah Tahun 2026 yang diselenggarakan OJK Mauku, di Gedung Islamic Center Ambon, Sabtu (7/3/2026).

Program GERAK Syariah
Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, OJK menyelenggarakan berbagai program edukasi yang berkolaborasi dengan industri keuangan syariah, kementerian/lembaga, serta berbagai komunitas masyarakat.
Pertama, program KOLAK atau Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah, berupa edukasi melalui talkshow Ramadan di radio, podcast, serta penyampaian edukasi melalui media digital.
Kegiatan ini antara lain meliputi Edukasi SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) pada 25 Februari 2026, Podcast GERAK Syariah bersama Komunitas Ruang Biru pada 4 Maret 2026, Dialog Publik bersama RRI Ambon pada 9 Maret 2026 dengan tema “Perkembangan Ekonomi Syariah di Provinsi Maluku”.
Kemudian, dialog Ekonomi Syariah di TVRI Maluku dengan tema “Masa Depan Ekonomi Syariah Maluku”
Pada puncak kegiatan GERAK Syariah juga dilaksanakan Edukasi Keuangan Syariah kepada pelajar SMA/SMK/MA se-Pulau Ambon, yang diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai sekolah.
Kedua, KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah Ramadan). Rangkaian program ini berupa bernuansa Ramadan seperti Lomba Fin Da’i Cilik Ramadhan 1447H pada tanggal 3 Maret 2026, Lomba Reels Keuangan Syariah, Lomba Kuis Literasi Keuangan Syariah, dan Lomba Seni Hadrah pada tanggal 7 Maret 2026.
Rangkaian lomba bernuansa Ramadan yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda, antara lain Lomba Fin Da’i Cilik Ramadan pada 3 Maret 2026, lomba Reels Keuangan Syariah, lomba Kuis literasi Keuangan Syariah, dan lomba Seni Hadrah pada 7 Maret 2026.
Ketiga, SURAU (Safari Edukasi Ramadan Keuangan Syariah). Kegiatan edukasi keuangan syariah yang dilaksanakan di berbagai wilayah Maluku dan disinergikan dengan program Gerakan Pangan Murah Pemerintah Provinsi Maluku, salah satunya di Desa Liang pada 4 Maret 2026.
Keempat, SAKINAH (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah).
Program edukasi inklusi keuangan syariah yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan perencanaan keuangan syariah bagi para santri, yang telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Anshor Liang pada 27 Februari 2026.
Yusuf menambahkan, melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, OJK berharap GERAK Syariah dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilih dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah.
“Sekaligus memperkuat kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di daerah,”tutupnya.
Sebagai informasi, Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah Tahun 2026 merupakan bagian dari Kampanye Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah yang secara rutin diselenggarakan setiap bulan Ramadan.
Acara puncaknya di Islamic Center Ambon tersebut dibuka oleh Gubernur Maluku yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Maluku.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, serta pimpinan Lembaga Jasa Keuangan Syariah di Maluku. (HT-01)










