Bongkar Dugaan Korupsi Bansos Malteng, Kejari Minta Anggota DPRD Kooperatif

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HEADLINETIMUR.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah terus mendalami perkara dugaan korupsi penyaluran Dana Bantuan Sosial (Bansos) pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Maluku Tengah Tahun Anggaran 2023. Hingga kini, sebanyak 335 saksi telah diperiksa penyidik.

Ratusan saksi yang dimintai keterangan tersebut terdiri dari 305 penerima Bansos, enam pegawai Dinas Koperasi dan UKM, dua pegawai Bappeda, serta 17 orang dari unsur DPRD Maluku Tengah—baik yang masih aktif maupun mantan anggota legislatif.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Maluku Tengah, Yudha Warta, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, objektif, dan tanpa intervensi.

“Dalam pengusutan kasus ini, kami tidak akan pandang bulu. Siapa pun yang terkait akan diperiksa sesuai prosedur hukum,” tegas Yudha kepada wartawan, Rabu (11/2).

Yudha menjelaskan, pemeriksaan terhadap 17 anggota dan mantan anggota DPRD dilakukan untuk menggali peran mereka dalam mekanisme pengusulan, penganggaran, hingga penyaluran dana Bansos yang kini bermasalah.

Pada Rabu (11/2), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat orang, yakni anggota DPRD aktif Harli Hataul, Demianus Hattu, dan Wakil Ketua DPRD Arman Mualo, serta satu mantan anggota DPRD, Yunan Malawat.

Baca Juga :  2.000 Kasus Kekerasan Digital Perempuan Tiap Tahun, Platform Harus Bertanggung Jawab 

Namun, hanya Demianus Hattu yang memenuhi panggilan. Ia diperiksa intensif di ruang penyidik mulai pukul 10.37 WIT hingga 12.15 WIT.

Sementara itu, Arman Mualo, Harli Hataul, dan Yunan Malawat tidak terlihat hadir hingga jam pemeriksaan berakhir. Belum ada keterangan resmi mengenai alasan ketidakhadiran mereka.

Menyikapi hal ini, Yudha kembali menekankan pentingnya sikap kooperatif dari para saksi. “Kami meminta para saksi untuk kooperatif ketika dipanggil. Ini penting agar proses hukum berjalan cepat, transparan, dan tuntas,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

2.000 Kasus Kekerasan Digital Perempuan Tiap Tahun, Platform Harus Bertanggung Jawab 
Bupati SBB: RKPD 2027 Harus Implementatif
The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone
From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen
Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends
Sustainable Tourism in Bali: Balancing Preservation and Growth

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:24 WIT

2.000 Kasus Kekerasan Digital Perempuan Tiap Tahun, Platform Harus Bertanggung Jawab 

Minggu, 12 April 2026 - 21:17 WIT

Bupati SBB: RKPD 2027 Harus Implementatif

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:29 WIT

Bongkar Dugaan Korupsi Bansos Malteng, Kejari Minta Anggota DPRD Kooperatif

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:44 WIT

The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:38 WIT

From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen

Berita Terbaru