Direktur Perumdam Tirta Yapono Sebut Tarif Meteran Air Rp6 Juta Hanya “Kasuistik”

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima. (Foto: Istimewa)

Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima. (Foto: Istimewa)

AMBON, HT. – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono tengah berupaya memperluas jaringan air bersih ke wilayah krisis di Kota Ambon, seperti Kecamatan Nusaniwe, Sirimau, dan Passo. Meski didukung penyertaan modal pemerintah daerah untuk menjamin akses air sehat, program ini justru menuai polemik soal tarif.

Keluhan mencuat dari warga di Diponegoro Atas, Kezia, dan Kudamati. Informasi yang dihimpun menunjukkan tarif pemasangan meteran baru melonjak drastis, mulai dari Rp1,9 juta hingga menembus angka fantastis Rp6 juta per sambungan. Besaran ini dinilai mencekik masyarakat ekonomi rendah di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Mercy Barends Dorong Penguatan SDM dan Anggaran Kejati Maluku

Menanggapi gejolak itu, Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima, menepis anggapan bahwa seluruh warga merasa keberatan.“Kalau dibilang semua warga di tiga titik itu mengeluh, saya rasa keliru. Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” tegas Saimima, Rabu (4/2).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saimima membenarkan adanya tarif yang mencapai Rp6 juta, namun ia berkilah hal itu bersifat kasuistik dan hanya terjadi di kawasan Kezia, Gunung Nona. Menurutnya, tarif normal seharusnya berada di kisaran Rp1,9 juta hingga Rp2 juta.

Baca Juga :  Protes Gaji Tak Dibayar, Petugas Kebersihan Buang 3 Truk Sampah di Depan Kantor Bupati Buru Selatan

“Normalnya Rp1,9 juta. Biaya membengkak jadi Rp2 juta jika ada pekerjaan pemotongan jalan. Sedangkan angka Rp6 juta itu terjadi karena posisi rumah pelanggan sangat jauh dari pipa utama,” jelasnya.

Ia berkali-kali menekankan bahwa pihak Perumdam tidak pernah melakukan pemaksaan. Menurut Saimima, tarif mahal tersebut adalah konsekuensi teknis atas permintaan pelanggan sendiri yang membutuhkan penambahan pipa besi hingga 12 batang.

“Kami tidak pernah memaksa. Semua pengerjaan dilakukan berdasarkan keinginan pelanggan. Jadi, opini yang menyebut biaya ini menyusahkan warga secara umum itu keliru,” pungkasnya menutup klarifikasi. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Piru Razia Kamar Tahanan, Temukan Sejumlah Benda Tajam
Bupati Malteng Pastikan Dua PSN Senilai Rp640 Miliar Segera Dibangun di Negeri Liang
Negeri Morella Siap Gelar Atraksi Pukul Sapu Lidi dan Ritual Pela Gandong 2026
Arus Balik Lebaran di Hunimua Capai 4.178 Orang, Personel Polda Maluku Siaga Penuh
Pasca Idulfitri dan jelang Paskah, Polres Kepulauan Tanimbar Tingkatkan Patroli di Objek Wisata
ASDP Ambon: Hingga H+2 Lebaran, 102 Ribu Penumpang Seberangi Lintasan Hunimua-Waipirit
Belajar dari Kegagalan Bandara Kertajati, Praktisi Pelabuhan Dukung MIP Dibangun di Ambon
Gubernur Maluku Janji Tuntaskan Jalan Rumberu-Manusa Lewat Skema Dana Inpres

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:53 WIT

Lapas Piru Razia Kamar Tahanan, Temukan Sejumlah Benda Tajam

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:50 WIT

Bupati Malteng Pastikan Dua PSN Senilai Rp640 Miliar Segera Dibangun di Negeri Liang

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:12 WIT

Negeri Morella Siap Gelar Atraksi Pukul Sapu Lidi dan Ritual Pela Gandong 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:48 WIT

Arus Balik Lebaran di Hunimua Capai 4.178 Orang, Personel Polda Maluku Siaga Penuh

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:16 WIT

Pasca Idulfitri dan jelang Paskah, Polres Kepulauan Tanimbar Tingkatkan Patroli di Objek Wisata

Berita Terbaru

Pariwisata

Pemprov Maluku Dorong Pukul Sapu Lidi Jadi Agenda Wisata Unggulan

Minggu, 29 Mar 2026 - 11:00 WIT

Hukum & Kriminal

Polres Seram Bagian Barat Amankan 4 Motor Terkait Aksi Balap Lia

Sabtu, 28 Mar 2026 - 13:33 WIT