AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Setelah libur Idulfitri, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memimpin apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon, Selasa (31/3/2026).
Mengawali arahannya, Gubernur menegaskan bahwa apel perdana ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk melakukan reset dan refleksi terhadap tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Libur telah usai. Saatnya kita kembali pada ritme kerja dengan penuh komitmen, semangat, dan energi baru. Apel hari ini adalah momentum untuk menegaskan kembali tujuan kita bersama,” ujar Gubernur.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan lima poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh ASN.
Pertama, efisiensi dan ketepatan pengelolaan fiskal. Gubernur menjelaskan bahwa kondisi fiskal daerah menuntut ASN untuk bekerja lebih cermat, efisien, dan tepat sasaran.
Keterbatasan anggaran tidak boleh menurunkan kualitas kinerja, namun harus mendorong kreativitas dan inovasi.
‘Belanja daerah harus berorientasi pada hasil yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,”ujar Gubernur.
Kedua, kewaspadaan terhadap dampak geopolitik global. Gubernur mengingatkan bahwa kondisi geopolitik global yang tidak stabil berdampak pada sektor energi dan sumber daya.
ASN diminta bijak dalam penggunaan energi dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah memastikan ketersediaan stok energi tetap aman.
Ketiga, kebijakan fleksibilitas kerja WFA/WFH. Pemerintah pusat tengah mendorong penerapan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH).
Sambil menunggu regulasi nasional, kata Gubernur, Pemerintah Provinsi Maluku sedang melakukan kajian efektivitas.
Gubernur menekankan bahwa fleksibilitas kerja tidak boleh mengganggu pencapaian target kinerja, terutama pada perangkat daerah yang memberikan pelayanan publik.
Keempat, kepatuhan terhadap pelaporan resmi. ASN diingatkan untuk patuh dan tepat waktu dalam penyampaian seluruh kewajiban pelaporan, termasuk SPT Tahunan melalui Core Tax, LHKPN, maupun laporan institusional lainnya.
“Kepatuhan ini merupakan wujud integritas, transparansi, dan akuntabilitas sebagai penyelenggara pemerintahan,”jelasnya.
Kelima, etika bermedia sosial. ASN diminta bijaksana dalam bermedia sosial serta menjadi teladan dalam menyebarkan informasi yang benar, menyejukkan, dan menghindari konten provokatif.
ASN juga berperan penting dalam memerangi hoaks, isu SARA, serta ujaran kebencian, guna menjaga persatuan dalam semangat orang basudara.
Gubernur menegaskan bahwa seluruh arahan tersebut harus ditindaklanjuti oleh pimpinan perangkat daerah hingga ke tingkat staf, bukan hanya berhenti sebagai wacana.
“Mari kita bangun komitmen bersama untuk memperkuat disiplin, meningkatkan kinerja, dan menjaga integritas demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan melayani,” tutup Gubernur.
Apel bersama ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, pejabat administrator, pengawas, fungsional, pelaksana, serta seluruh PPPK dan PPPK paruh waktu. (HT-01)










