AMBON, HEADLINETIMUR. COM – Situasi di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, kini berangsur kondusif setelah bentrokan antar-kelompok pemuda dari Kampung Baru dan Kampung Lama pada Selasa (24/2) sore berhasil diredam aparat kepolisian.
Meski sempat diwarnai penggunaan bom molotov, busur panah, dan senjata tajam, kehadiran personel di lapangan berhasil mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Dalam insiden tersebut, Kapolres Tual AKBP Prayudha Widiatmoko serta seorang warga berusia 19 tahun dilaporkan terluka akibat terkena busur panah. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis intensif dan saat ini dalam kondisi stabil.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai bentuk komitmen nyata negara dalam menjamin keamanan warga, Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung ke lokasi konflik pada Rabu (25/2).
Sebelum meninjau Pos Pengamanan Personel Polri di Desa Fiditan, Kapolda terlebih dahulu menjenguk Kapolres Tual untuk memastikan kondisi anggotanya.
Tak sekadar mengecek kesiapan pasukan, Kapolda memilih pendekatan soft approach dengan menyambangi rumah-rumah warga secara door-to-door. Dalam dialog hangat tersebut, beliau menekankan pentingnya menjaga kedamaian di atas segalanya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Kekerasan hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak. Mari kita jaga persaudaraan dan percayakan sepenuhnya penegakan hukum kepada pihak kepolisian,” tegas Irjen Pol Dadang Hartanto.
Menariknya, sebagai langkah pemulihan sosial pasca-bentrokan, Kapolda Maluku merencanakan agenda Sahur Bersama warga setempat. Langkah ini diambil sebagai simbol persaudaraan sekaligus upaya merajut kembali keharmonisan yang sempat retak.
“Keamanan bukan hanya soal pengamanan fisik, tetapi juga soal menyatukan kembali hati masyarakat. Insya Allah kita akan sahur dan duduk bersama. Kita tunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan kita,” tutup Kapolda. (HT-01)










