Resmi Jadi Tersangka, Bripda MS Jalani Pemeriksaan Kode Etik di Polda Maluku

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 08:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus bergerak cepat dalam menangani kasus penganiayaan anak di bawah umur yang melibatkan oknum anggota Brimob berinisial MS. Polres Tual memastikan bahwa perkara ini ditangani secara profesional, terbuka, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Kapolres Tual melalui konferensi pers yang digelar di Lobby Polres Tual pada Sabtu (21/2/2026), mengumumkan bahwa status hukum Bripda MS telah resmi dinaikkan dari terlapor menjadi tersangka. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik melaksanakan gelar perkara pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menjelaskan bahwa pasca penetapan tersangka, Bripda MS langsung diterbangkan menuju Ambon Sabtu pagi

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setibanya di Mapolda Maluku, yang bersangkutan langsung diserahkan ke Bidang Propam untuk menjalani proses hukum internal.

“Bripda MS saat ini langsung menjalani pemeriksaan kode etik di Subbid Wabprof Bidpropam Polda Maluku. Langkah ini merupakan komitmen nyata Polri dalam menegakkan disiplin dan etika profesi,” jelas Kombes Rositah.

Baca Juga :  Pertamina Tambah 1,3 Juta Liter Minyak Tanah di Papua-Maluku Jelang Idulfitri

Pihak Polda Maluku mengupayakan proses pemeriksaan berlangsung intensif sehingga Sidang Kode Etik terhadap terduga pelanggar dapat segera dilaksanakan pada Senin mendatang.

Polda Maluku kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi liar yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Polda Maluku berkomitmen melakukan penegakan hukum dan kode etik secara tegas, akuntabel, dan profesional. Setiap perkembangan perkara akan kami sampaikan secara transparan kepada publik,” pungkas Kabid Humas.

Seluruh tahapan penanganan perkara ini dipastikan akan terus dikawal secara objektif dan berkeadilan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

*Kronologi Kejadian *

Peristiwa penganiayaan siswa madrasah tersebut terjadi pada Kamis (19/2/2026) pagi. Saat itu, korban AT (14) bersama kakaknya, Nasri Karim (15), melintasi jalan menurun di sekitar RSUD Maren menggunakan motor masing-masing.

Baca Juga :  Data Strategis Pemprov Maluku Harus Mudah Diakses Masyarakat

Kondisi jalan yang menurun disebut membuat laju kendaraan korban sulit dikendalikan. Namun korban justru dituduh terlibat balap liar oleh aparat yang sedang melakukan pengamanan.

Pada saat bersamaan, sejumlah anggota Brimob berada di lokasi. Korban kemudian dipantau oleh oknum Brimob bernama Bripda Masias Siahaya.

Menurut keterangan saksi mata Nasri Karim, tindakan kekerasan terjadi secara tiba-tiba saat korban berada di atas motor.

“Brimob itu langsung melompat dan melayangkan pukulan ke arah dahi korban menggunakan helm,” ujar Nasri Karim, Sabtu (21/2/2026).

Akibat pukulan tersebut, korban kehilangan kendali dan tersungkur di jalan raya dengan posisi miring. Darah kemudian keluar dari hidung dan mulut korban.

Dalam kondisi terluka parah, korban dibawa beberapa anggota Brimob dalam kendaraan untuk dilarikan ke rumah sakit. Namun cara mengangkat mereka juga dipersoalkan keluarga karena dianggap tak pantas. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres SBT Tangkap Komplotan Pencuri Spesialis AC dan Mesin Parut Sagu
Polda Maluku Ungkap 33 Kasus Narkoba, Ringkus 40 Tersangka dalam Dua Bulan
12 Tersangka Kasus Tambang Ilegal Gunung Botak Ditahan, 13 Masuk DPO
Diduga Selingkuh dan Telantarkan Anak, Anggota Polres MBD Diperiksa Propam
Kasus Penipuan, Polda Maluku Limpahkan Eks ASN Kejaksaan ke JPU
Polres SBB Intensifkan Penyelidikan Dugaan Korupsi DD-ADD Negeri Luhu, Indikasi Kerugian Hampir Rp400 Juta
Kasus Tambang Ilegal, Tersangka Hartini Diserahkan ke Kejari Ambon
Gandeng Wamen PPPA, Polda Maluku Perkuat Benteng Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:44 WIT

Polres SBT Tangkap Komplotan Pencuri Spesialis AC dan Mesin Parut Sagu

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:20 WIT

Polda Maluku Ungkap 33 Kasus Narkoba, Ringkus 40 Tersangka dalam Dua Bulan

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:15 WIT

12 Tersangka Kasus Tambang Ilegal Gunung Botak Ditahan, 13 Masuk DPO

Senin, 22 Juni 2026 - 21:12 WIT

Diduga Selingkuh dan Telantarkan Anak, Anggota Polres MBD Diperiksa Propam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:52 WIT

Kasus Penipuan, Polda Maluku Limpahkan Eks ASN Kejaksaan ke JPU

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakan

Kota Tual Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Provinsi Maluku 2026

Senin, 29 Jun 2026 - 21:24 WIT

Opini

Hari Raya itu Bernama Piala Dunia

Senin, 29 Jun 2026 - 21:03 WIT