Lapak Pasar Lama yang Dijadikan Tempat Tinggal Bakal Dibongkar

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena  meninjau langsung aktivitas di Pasar Lama, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (21/5/2026). Foto: Humas Pemkot Ambon.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena meninjau langsung aktivitas di Pasar Lama, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (21/5/2026). Foto: Humas Pemkot Ambon.

AMBON, HEADLINETIMUR.COM– Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat penataan kawasan pasar. Salah satunya eks pasar Pasar Lama di Kecamatan Sirimau.

Penataan kembalu tersebut guna menciptakan lingkungan perdagangan yang tertib, bersih, dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Bodewin M. Wattimena saat melakukan peninjauan di kawasan Pasar Lama, Kamis (21/05/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota menyoroti pemanfaatan bangunan Pasar Lama pasca pembongkaran dan penataan ulang yang sebelumnya dilakukan pemerintah pada 2023 lalu.

Baca Juga :  Kawal Tradisi Jalan Aiwat di Geser, Kapolsek Tekankan Pesan Kamtibmas dan Anti-Miras

Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut hanya diperuntukkan sebagai tempat usaha. Namun, berdasarkan informasia ia peroleh, lapak-lapak tersebut telah difungsikan sebagai tinggal permanen.

“Pasar lama ini dibangun kembali supaya lebih tertata rapi. Tetapi ada laporan yang masuk bahwa tempat usaha itu dijadikan tempat tinggal. Kalau ditemukan seperti itu, nanti akan kita bongkar. Tempat itu untuk berjualan, bukan dijadikan kos-kosan sambil tinggal di situ,” tegas Wali Kota.

Sebagai informasi, petugas gabungan yang terdiri atas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), TNI/Polri membongkar ratusan lapak PKL yang  berada pada lokasi eks Pasar Lama pada 3 Februari 2023.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri, Gubernur Hendrik Lewerissa Ajak Warga Jaga Semangat "Orang Basudara"

Pemkot Ambon yang kala itu dipimpin Penjabar Wali Kota Bodewin Wattimena, berencana “menyulap” lokasi tersebut menjadi kawasan kuliner. Namun, encana tersebut belum terwujud sampai sekarang.

Satu tahun setelah pembongkaran, tepatnya pada Januari 2024, Pemkot Ambon membangunan kembali sekitar lapak baru permanen untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan harga sewa Rp19.225.000.

Awalnya, aktivitas perdagangan berjalan seperti biasa. Tetapi, lamat laun, diduga para pedagang justru menggunakan lapak-lapak tersebut sebagai tempat tinggal. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Hari Menghilang di Laut, Nelayan Asal Desa Kawa Ditemukan Selamat
Empat Hari Hilang di Laut Seram, Nelayan Desa Kawa Belum Ditemukan
Ombudsman Maluku Terima 528 Aduan Masyarakat Haruku, 25 Ditindaklanjuti
Pemprov Maluku dan Presiden Salurkan 143 Hewan Kurban
Wali Kota Ambon Dukung Langkah Korban Longsor BTN Gadihu Polisikan Pengembang
Pelaku UMKM Desa Lokki Tolak Pembangunan Gerai Indomaret dan Alfamidi
Alimudin Kolatlena Dorong Masjid Tua Wapauwe Jadi Cagar Budaya Nasional
Butuh Rp279 Juta untuk Bangun Talud, Warga Lateri Diminta Bersabar

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIT

Empat Hari Menghilang di Laut, Nelayan Asal Desa Kawa Ditemukan Selamat

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:51 WIT

Empat Hari Hilang di Laut Seram, Nelayan Desa Kawa Belum Ditemukan

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:24 WIT

Ombudsman Maluku Terima 528 Aduan Masyarakat Haruku, 25 Ditindaklanjuti

Senin, 25 Mei 2026 - 20:35 WIT

Pemprov Maluku dan Presiden Salurkan 143 Hewan Kurban

Senin, 25 Mei 2026 - 16:54 WIT

Wali Kota Ambon Dukung Langkah Korban Longsor BTN Gadihu Polisikan Pengembang

Berita Terbaru