AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi melantik empat Pejabat Pimpinan Tinggi di lingkungan Kementerian ESDM. Pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Rabu (5/8/2026).
Salah satu pejabat yang dilantik merupakan putra daerah asal Maluku, Muhammad Ikhsan Kiat, B.Eng., M.Eng., yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Dalam agenda pelantikan tersebut, Menteri ESDM juga mengambil sumpah jabatan untuk tiga pejabat pimpinan tinggi lainnya guna memperkuat jajaran struktur organisasi kementerian.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun para pejabat yang dilantik adalah Lana Saria (Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam (Kementerian ESDM) Kepala Badan Geologi, Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama (Staf Ahli Bidang Pemerataan & Kemitraan Penanaman Modal (Kementerian Investasi/BKPM) Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Muhammad Ikhsan Kiat (Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS, danMawardi Nur (Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama.
Menurut Bahlil, pelantikan itu diharapkan bisa menunjang kinerja Kementerian ESDM. Khusus untuk Kepala Badan Geologi Bahlil berpesan agar sumber data menyangkut dengan kekayaan sumber daya alam di Indonesia bisa dikelola dengan baik.
“Yang kedua saya juga melantik staf ahli di bidang ekonomi karena penting sekali bagaimana arah kebijakan negara lewat Kementerian ESDM itu betul-betul dikaji secara baik terhadap dampak ekonominya langsung kepada rakyat,” ungkap Bahlil saat ditemui usai acara pelantikan di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Adapun, Bahlil juga melantik Kepala Lemigas yang saat ini telah mengemban amanat untuk melakukan pengadaan pasokan migas negara.
“Kita tahu bersama bahwa Lemigas mendapat mandat dari pemerintah atas arahan bapak Presiden untuk melakukan pengadaan migas, crude maupun LPG dalam kepentingan nasional,” imbuhnya. (HT-01)








