Nasib Guru Honorer Provinsi Maluku: Cepat Dipuji, Lambat Digaji

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 10:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy




Ilustrasi. Foto: dok/JPNN.com




Ilustrasi. Foto: dok/JPNN.com
Ilustrasi. Foto : JPNN

Ilustrasi. Foto: dok/JPNN.com Ilustrasi. Foto: dok/JPNN.com Ilustrasi. Foto : JPNN

AMBON, HT. — Ratusan guru honorer daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku kembali didera ketidakpastian. Biasnya, para pejuang pendidikan ini cepat dipuji, namun kerap terlambat digaji.

Hingga memasuki awal Februari 2026, hak mereka berupa gaji selama tiga bulan untuk periode akhir tahun 2025 belum juga terbayarkan.

Meski berbagai upaya pendekatan telah dilakukan, sejauh ini belum ada titik terang maupun kejelasan, baik dari Dinas Pendidikan maupun Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang guru honorer di sebuah SMA di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) membeberkan kondisi miris yang dialami rekan-rekannya. Tak hanya di SBT, tapi honorer daerah di kabupaten/kota lainnya juga belum menerima gaji tiga bulan terakhir.

Baca Juga :  Tuharea: Gejolak di PPP Maluku Hanyalah Dinamika Organisasi yang Normatif

Ia menjelaskan bahwa gaji bulanan mereka sebesar Rp2.600.000 biasanya dibayarkan per triwulan melalui transfer dengan nominal total Rp7.770.085 setelah potongan.

“Semestinya pembayaran dilakukan Maret untuk tahap awal, tapi sering molor ke April atau Mei. Untuk tahun 2025, kami baru menerima gaji untuk sembilan bulan, yakni Januari sampai September,” ungkapnya kepada wartawan, pekan lalu.

Sementara itu, gaji untuk bulan Oktober, November, dan Desember hingga kini masih nihil. Para guru mengaku telah berkoordinasi dengan Koordinator Guru Kontrak Kabupaten SBT di Dinas Pendidikan, namun hanya diminta untuk terus bersabar.

“Jawaban dari koordinator hanya bilang sabar, menunggu SP2D dari Keuangan Kantor Gubernur. Padahal sebelumnya, diinformasikan melalui grup koordinasi bahwa gaji tiga bulan terakhir itu sudah diproses sejak 12 Desember 2025 lalu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Zulhas Isyaratkan Fraksi PAN Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

Para guru sempat memaklumi keterlambatan tersebut karena adanya jeda libur Natal dan Tahun Baru. Namun, harapan mereka pupus saat memasuki bulan Januari 2026, saldo rekening mereka tak kunjung bertambah.

Kekecewaan para tenaga pendidik ini kian memuncak karena seluruh kewajiban administrasi, termasuk laporan bulanan, sudah diserahkan ke cabang dinas masing-masing.

Bahkan, perwakilan Guru Tenaga Teknis (GTT) dikabarkan telah menandatangani berkas proses pencairan.

“Kami sangat berharap pihak terkait, baik Dinas Pendidikan maupun BPKAD Maluku, segera memproses hak kami. Laporan sudah masuk, tanda tangan pencairan sudah dilakukan, lantas tunggu apa lagi? Ini menyangkut kelangsungan hidup kami,” tegasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alimudin Kolatlena Dorong Perluasan Peran UIN Ambon Lewat Program NGOPI Bersama Kemenag
Ratusan Anggota Pramuka Maluku Siap Unjuk Gigi di Jamnas XII
1.036 Lulusan Unpatti Didorong Jadi “Problem Solver” di Era 5.0
Kisah Dina Artika: Dari Ladang Sayur Karo hingga Predikat Cum Laude Fakultas Pertanian Unpatti
HMI Cabang Ambon: Jangan Kaitkan Kerusuhan Matraman dengan Identitas Orang Ambon
Gubernur Maluku Buka Advance Training Nasional HMI, Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas dan Solutif
Unpatti Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI secara Bijak dan Produktif
Tekan Dampak Media Sosial, Pemkot Ambon Wajibkan Siswa Baca Satu Buku Per Minggu

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:35 WIT

Alimudin Kolatlena Dorong Perluasan Peran UIN Ambon Lewat Program NGOPI Bersama Kemenag

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:44 WIT

Ratusan Anggota Pramuka Maluku Siap Unjuk Gigi di Jamnas XII

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:44 WIT

1.036 Lulusan Unpatti Didorong Jadi “Problem Solver” di Era 5.0

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:54 WIT

Kisah Dina Artika: Dari Ladang Sayur Karo hingga Predikat Cum Laude Fakultas Pertanian Unpatti

Senin, 27 Juli 2026 - 21:52 WIT

HMI Cabang Ambon: Jangan Kaitkan Kerusuhan Matraman dengan Identitas Orang Ambon

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT