AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Maluku bersiap menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) kelompok umur di bawah 22 tahun (U-22) pada September 2026 mendatang. Total bonus yang disiapkan untuk ajang ini terbilang fantastis, yakni mencapai Rp262 juta.
Ketua Umum Pengprov PBVSI Maluku, Alimudin Kolatlena, mengungkapkan bahwa Kejurda ini sengaja digelar lebih awal sebagai langkah strategis menjaring dan mempersiapkan atlet menuju Pra-PON 2027.
“Pada bulan September nanti, kami berencana melaksanakan Kejurda U-22 untuk mempersiapkan atlet-atlet kita menyongsong Pra-PON,” ujar Alimudin melalui sambutan dalam acara pelantikan pengurus Pengkot PBVSI Ambon, Sabtu (23/5/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Alimudin menjelaskan, meski Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) baru akan bergulir pada awal 2027, PBVSI Maluku memilih mencuri start.
Hal ini karena proses pembinaan, karantina, dan pelatihan intensif membutuhkan waktu yang cukup panjang. Kejurda ini nantinya akan memperebutkan Piala Ketua Umum PBVSI Maluku.
“Surat resmi terkait pelaksanaan Kejurda akan kami kirimkan ke seluruh pengurus PBVSI kabupaten/kota setelah kursus pelatih dan wasit selesai pada Juni dan Juli mendatang. Kami berharap teman-teman di Kota Ambon sudah mulai bersiap,” tambahnya.
PBVSI Maluku mengusung misi besar dalam periode kepengurusan kali ini. Alimudin menegaskan target utama mereka adalah membawa tim voli Maluku lolos dan berlaga di ajang PON, setelah sekian lama absen di panggung olahraga nasional tersebut.
“Target kami, Maluku harus bisa ikut serta dalam PON mendatang. Kejurda ini menjadi wadah persiapan menyeluruh untuk menghadapi Pra-PON 2027, baik untuk nomor voli indoor maupun voli pantai (pasir) putra dan putri,” tegasnya.
Tidak berhenti di tingkat usia muda, PBVSI Maluku juga berencana menggelar turnamen kategori umum (semua usia) setelah Kejurda usai. Tujuannya agar atmosfer kompetisi terus terjaga dan gairah olahraga bola voli di Maluku tetap hidup.
Terkait total bonus senilai Rp262 juta, Alimudin merincikan bahwa juara pertama Kejurda ini minimal akan membawa pulang hadiah sebesar Rp50 juta.
Jumlah bonus yang besar ini sengaja dirancang untuk membantu meringankan biaya operasional tim-tim yang berasal dari daerah pelosok.
“Supaya teman-teman dari wilayah seperti KKT (Kabupaten Kepulauan Tanimbar), MBD (Maluku Barat Daya), SBT (Seram Bagian Timur), dan Aru bisa impas dengan biaya perjalanan besar yang sudah mereka keluarkan. Untuk kategori senior juga nanti akan kita buat besar-besaran,” jelas Alimudin.
Ia pun berjanji akan memberikan komitmen penuh jika target lolos ke arena PON tercapai. “Kalau tim Maluku lolos Pra-PON, saya akan dedikasikan seluruh waktu dan diri saya untuk mengembangkan voli di Provinsi Maluku, baik indoor maupun voli pasir,”pungkasnya. (HT-01)









