Resmi Waesarisa Batal, Lokasi MIP Dipindahkan ke Waai atau Liang

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. (Foto: ANTARA)

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. (Foto: ANTARA)

AMBON,HEADLINETIMUR.COM Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) atau Pelabuhan Maluku Terintegrasi tidak lagi diarahkan ke Waesarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Keputusan tersebut didasarkan pada hasil studi kelayakan dan kajian ilmiah dari lembaga pembiayaan proyek. Hasil kajian menyimpulkan bahwa lokasi paling efektif untuk proyek strategis ini berada di Pulau Ambon.

Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku sebelumnya memang mengusulkan Waesarisa sebagai kandidat lokasi. Namun, mekanisme pembangunan proyek berskala besar mensyaratkan penilaian teknis independen dari pihak pendana.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil evaluasi menunjukkan Pulau Ambon memiliki kesiapan infrastruktur pendukung yang lebih mumpuni. Hal ini dikarenakan aksesibilitas yang sudah terhubung langsung dengan Pelabuhan Yos Sudarso dan Bandara Pattimura sebagai pintu utama logistik Maluku.

Baca Juga :  Gubernur Hendrik: Penentuan Lokasi MIP di Ambon Berbasis Kajian Ilmiah

“Perkembangan teknis secara ilmiah ini harus kita ikuti. Kita tidak bisa hanya mengikuti selera pemerintah daerah, apalagi proyek ini tidak menggunakan APBD. Penetapan lokasi harus berbasis data ilmiah dan kajian objektif,” ujar Hendrik di Kantor Gubernur Maluku, usai melantik pejabat eselon II, Jumat (20/2/2026).

Keberadaan dua simpul transportasi utama di Ambon menjadi pertimbangan krusial untuk menekan biaya distribusi dan memotong rantai pasok antarpulau.

Menurut Hendrik, jika MIP dibangun di luar Pulau Ambon, distribusi logistik masih harus melewati jalur laut tambahan sebelum menyentuh pusat aktivitas ekonomi, yang dinilai tidak efisien secara waktu maupun biaya.

Baca Juga :  Akademisi UIN Ambon Kritik Pendirian 5 BUMD Baru di Maluku, Fajrin: Lakukan Studi Kelayakan Mendalam

Meski demikian, ia menekankan bahwa keputusan ini bukan untuk meminggirkan wilayah lain. Saat ini, penentuan titik koordinat di Pulau Ambon masih mengerucut pada beberapa alternatif, seperti kawasan Waai dan Negeri Liang.

“Kita tunggu saja hasil finalnya. Yang terpenting bagi saya, MIP harus ada di Maluku. Mau di Ambon, Seram, Buru, Aru, Tenggara, atau Banda, tujuannya satu: Maluku memiliki pelabuhan terintegrasi yang menjadi hub logistik Indonesia Timur serta kawasan Pasifik Barat dan Selatan,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni
Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah
Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS
Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah
Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara
Pabrik Kelapa dan Pala Malteng Dibangun Oktober, Target Serap 3.000 Tenaga Kerja
Ekspor Maluku Januari-Juli 2026 Capai Rp591,84 Miliar, Didominasi Nonmigas
Maluku Raih Financial Literacy Award 2026, Wagub Terima Penghargaan dari OJK

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:52 WIT

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni

Kamis, 24 September 2026 - 13:52 WIT

Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah

Rabu, 16 September 2026 - 19:02 WIT

Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS

Rabu, 16 September 2026 - 17:01 WIT

Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah

Rabu, 16 September 2026 - 16:15 WIT

Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT