SLB di Maluku Minim Guru Berkeahlian Khusus

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Foto : Dok. SLB Negeri Batu Merah

Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Foto : Dok. SLB Negeri Batu Merah

AMBON, HEADLINETIMUR.COM Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach, menyatakan bahwa hasil pengawasan komisi menunjukkan parahnya kekurangan guru bersertifikat Pendidikan Luar Biasa (PLB) di Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Maluku.

Ia mendesak pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran pelatihan dan sertifikasi agar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mendapatkan pendampingan yang layak.

Pernyataan ini disampaikan setelah Komisi IV melakukan pengawasan langsung ke sejumlah SLB di beberapa kabupaten/kota di Maluku. Dari pengawasan tersebut, dewan menemukan minimnya tenaga pengajar yang memiliki kompetensi khusus untuk mendampingi ABK, termasuk bagi penyandang autisme.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Noach mengungkapkan bahwa banyak SLB di daerah yang terpaksa menggunakan tenaga pengajar dari guru umum. Mereka ditempatkan di sana tanpa dibekali keahlian khusus di bidang PLB.

“Mayoritas guru di SLB adalah guru umum yang ditempatkan di sana dan diharuskan menangani para siswa berkebutuhan khusus,” ujar Noach kepada wartawan di Ambon, Senin (25/5/2026).

Baca Juga :  Peringati Hardiknas 2026, Gubernur Maluku Resmikan Program "Polisi Mengajar"

Menurut Noach, fenomena ini merata di beberapa wilayah, termasuk Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Padahal, siswa berkebutuhan khusus—terutama anak dengan gangguan spektrum autisme—membutuhkan pendampingan yang jauh lebih intensif dari tenaga pendidik yang kompeten.

“Satu anak penyandang autisme itu paling tidak membutuhkan dua guru pendamping. Sementara yang terjadi saat ini, guru umum harus menangani mereka tanpa keahlian khusus,” tegas Noach.

Oleh karena itu, Noach meminta Pemerintah Provinsi Maluku segera mengalokasikan anggaran untuk program pelatihan dan sertifikasi bagi guru-guru SLB.

Peningkatan kapasitas tenaga pendidik dinilai sebagai langkah krusial demi menjamin hak belajar anak penyandang disabilitas sekaligus mendongkrak mutu layanan pendidikan khusus di Maluku.

Baca Juga :  Gelar Seleksi ON MIPA 2026, Unpatti Jaring Mahasiswa Unggul di Bidang Sains

Ia juga mengingatkan bahwa ketersediaan lulusan dengan latar belakang pendidikan luar biasa memang masih sangat minim di provinsi ini.

“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah karena kita sedang berbicara tentang pendidikan bagi penyandang disabilitas dan anak-anak yang berkebutuhan khusus,” kata Noach.

Selain pelatihan dan sertifikasi, Noach menyarankan Pemprov Maluku mempertimbangkan rekrutmen guru berbasis kompetensi yang linier.

Langkah lainnya adalah menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan khusus guna mempercepat pemenuhan sumber daya manusia (SDM) yang tepat di lingkungan SLB.

Berdasarkan data Referensi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Provinsi Maluku saat ini memiliki total 16 SLB.

Kabupaten Maluku Tengah memiliki 6 SLB, Kabupaten Seram Bagian Barat 6,
Kota Ambon 9, Kabupaten Maluku Tenggara 3, Kabupaten Buru 3,
Kabupaten Kepulauan Tanimbar 3, dan
Kabupaten Kepulauan Aru 2. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alimudin Kolatlena Dorong Perluasan Peran UIN Ambon Lewat Program NGOPI Bersama Kemenag
Ratusan Anggota Pramuka Maluku Siap Unjuk Gigi di Jamnas XII
1.036 Lulusan Unpatti Didorong Jadi “Problem Solver” di Era 5.0
Kisah Dina Artika: Dari Ladang Sayur Karo hingga Predikat Cum Laude Fakultas Pertanian Unpatti
HMI Cabang Ambon: Jangan Kaitkan Kerusuhan Matraman dengan Identitas Orang Ambon
Gubernur Maluku Buka Advance Training Nasional HMI, Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas dan Solutif
Unpatti Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI secara Bijak dan Produktif
Tekan Dampak Media Sosial, Pemkot Ambon Wajibkan Siswa Baca Satu Buku Per Minggu

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:35 WIT

Alimudin Kolatlena Dorong Perluasan Peran UIN Ambon Lewat Program NGOPI Bersama Kemenag

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:44 WIT

Ratusan Anggota Pramuka Maluku Siap Unjuk Gigi di Jamnas XII

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:44 WIT

1.036 Lulusan Unpatti Didorong Jadi “Problem Solver” di Era 5.0

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:54 WIT

Kisah Dina Artika: Dari Ladang Sayur Karo hingga Predikat Cum Laude Fakultas Pertanian Unpatti

Senin, 27 Juli 2026 - 21:52 WIT

HMI Cabang Ambon: Jangan Kaitkan Kerusuhan Matraman dengan Identitas Orang Ambon

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT