1.251 Dapur MBG Kena Sanksi, DPR Desak Pembentukan Lembaga Akreditas

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berada di bawah pengawasan ketat setelah terungkapnya ribuan pelanggaran standar layanan pada dapur penyedia makanan.

Hingga Maret 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat telah menjatuhkan sanksi kepada 1.251 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melanggar standar operasional prosedur (SOP).

Data terbaru menunjukkan langkah tegas BGN terhadap ribuan unit penyedia tersebut. Sebanyak
1.030 unit SPPG ditangguhkan operasionalnya secara total, 210 unit dijatuhi Surat Peringatan Pertama (SP1), dan 11 unit telah mencapai tahap Surat Peringatan Kedua (SP2).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika SPPG yang bersangkutan tidak segera melakukan perbaikan signifikan, BGN memastikan izin operasional mereka akan dicabut secara permanen.

Baca Juga :  Anik Coffee Point Hadirkan Konsep Ngopi dan Ruang Refleksi Diri

Menanggapi temuan ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, mendorong BGN untuk segera membentuk lembaga akreditasi dapur yang independen dan kompeten.

Ia menekankan bahwa sertifikasi bagi SPPG tidak boleh sekadar menjadi beban administratif.

“Program MBG ini menyangkut masa depan generasi kita. Jangan sampai sertifikasi hanya menjadi formalitas. Yang paling penting adalah makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, dan layak dikonsumsi,” tegas Neng Eem dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2026).

Politisi Fraksi PKB ini mengingatkan bahwa efektivitas tiga sertifikasi utama yang diwajibkan BGN—yakni Laik Higiene dan Sanitasi, Sertifikasi Halal, serta Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP)—sangat bergantung pada penegakan aturan di lapangan.

Baca Juga :  The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

Neng Eem mengapresiasi langkah reaktif BGN dalam menjatuhkan sanksi, namun ia meminta agar sistem ke depan lebih bersifat preventif.

Menurutnya, pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan anggaran besar negara tidak terbuang sia-sia dan mengancam kesehatan masyarakat.

“Jika ditemukan pelanggaran serius, tidak cukup hanya ditutup sementara. Harus ada tindakan tegas hingga pencabutan izin. Ini penting untuk memberikan efek jera dan menjaga martabat program nasional ini,” tambahnya.

Ia berharap ke depannya sistem evaluasi yang berkelanjutan dapat meminimalisir risiko fatal seperti kasus keracunan makanan atau distribusi makanan basi.

“Sertifikasi ini harus menjadi garansi mutlak bahwa program MBG aman dan berkualitas tinggi,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan Penyidik KPK: Yaqut Cholil Tidak Boleh Diistimewakan
KPK Resmi Tahan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Kuota Haji
Saadiah Uluputty Desak Pemerintah Perluas Kuota Mudik Gratis Kapal Laut ke Indonesia Timur
PDIP Ungkap Data APBN: Rp 223 Triliun Dana MBG Berasal dari Pos Pendidikan
Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Dagang AS-RI, Ini Isi Lengkapnya! 
Kementerian ESDM Tetapkan Perusahaan Afiliasi Israel Kelola Proyek Panas Bumi di Maluku Utara
Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 19 Februari
Utang Pemerintah Indonesia Per Akhir 2025 Tercatat Mencapai Rp9,637,90 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:48 WIT

1.251 Dapur MBG Kena Sanksi, DPR Desak Pembentukan Lembaga Akreditas

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:54 WIT

Mantan Penyidik KPK: Yaqut Cholil Tidak Boleh Diistimewakan

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:32 WIT

KPK Resmi Tahan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Kuota Haji

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:42 WIT

Saadiah Uluputty Desak Pemerintah Perluas Kuota Mudik Gratis Kapal Laut ke Indonesia Timur

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:17 WIT

PDIP Ungkap Data APBN: Rp 223 Triliun Dana MBG Berasal dari Pos Pendidikan

Berita Terbaru