Butuh Rp279 Juta untuk Bangun Talud, Warga Lateri Diminta Bersabar

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menggelar kegiatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR) pada Jumat (22/5/2026) di Ruang ULA, Balai Kota.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pj. Sekretaris Kota (Sekkot) Roby Sapulette didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo dan Persandian selaku moderator, Ronald H. Lekransy, serta para pimpinan OPD terkait guna menanggapi langsung aspirasi warga.

Dalam agenda WAJAR kali ini, persoalan menonjol yang disampaikan warga adalah penanganan bencana longsor di BTN Lateri 2, Kelurahan Lateri, Kecamatan Baguala. Warga khawatir akan potensi longsor susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem saat ini.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, menjelaskan bahwa bencana longsor tersebut telah mendapat perhatian serius dari Pemkot. Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta, bahkan telah meninjau langsung lokasi pascakejadian.

Baca Juga :  Sekda SBB: Lahan Sudah Ada, Kami Masih Berharap MIP Dibangun di Waesarisa

“Saat peninjauan, Wawali menginstruksikan tindakan secepatnya. Langkah awal yang dilakukan BPBD adalah memberikan bantuan terpal untuk menahan tanah agar air tidak membawa sedimentasi dari atas, sebab rumah warga sangat dekat dengan lokasi longsoran,” ujar Frits.

Ia menambahkan bahwa penanganan darurat, termasuk pembersihan material secara manual, telah dilakukan oleh kolaborasi BPBD dan Dinas PUPR Kota Ambon. Namun, untuk pengamanan jangka panjang, pembangunan talud penahan memang mutlak diperlukan.

“Dinas PUPR telah menghitung luasan dan biayanya. Namun, kebijakan eksekusinya harus diputuskan oleh Pimpinan Daerah karena menyangkut ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Pihak Dinas PUPR membenarkan bahwa pembangunan talud penahan tanah dengan tinggi 6 meter dan panjang 25 meter tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar, yakni mencapai Rp279 juta.

Baca Juga :  Marasabessy Kecam Pembiaran Tambang Sinabar Luhu dan "Mandulnya" Pengawasan

Mendengar pemaparan tersebut, Pj. Sekkot Roby Sapulette mengakui bahwa kebutuhan anggaran yang besar menjadi pertimbangan berat Pemkot di tengah keterbatasan kas daerah yang ada. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk sedikit bersabar.

Di sisi lain, Roby juga menyoroti tanggung jawab pihak pengembang (developer) yang dinilai lalai karena tidak membangun retaining wall (tembok penahan) sejak awal.

“Ini menjadi catatan penting bagi Pemkot untuk memperketat pengawasan terhadap proyek pembangunan yang dilakukan oleh pihak pengembang ke depan,” tegasnya menutup tanggapan.

Sebagai informasi, pada 29 April 2026 lalu, Wawali Ambon Ely Toisutta telah turun langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor di kawasan Lateri tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan cepat serta seluruh kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Hari Menghilang di Laut, Nelayan Asal Desa Kawa Ditemukan Selamat
Empat Hari Hilang di Laut Seram, Nelayan Desa Kawa Belum Ditemukan
Ombudsman Maluku Terima 528 Aduan Masyarakat Haruku, 25 Ditindaklanjuti
Pemprov Maluku dan Presiden Salurkan 143 Hewan Kurban
Wali Kota Ambon Dukung Langkah Korban Longsor BTN Gadihu Polisikan Pengembang
Pelaku UMKM Desa Lokki Tolak Pembangunan Gerai Indomaret dan Alfamidi
Alimudin Kolatlena Dorong Masjid Tua Wapauwe Jadi Cagar Budaya Nasional
Lapak Pasar Lama yang Dijadikan Tempat Tinggal Bakal Dibongkar

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIT

Empat Hari Menghilang di Laut, Nelayan Asal Desa Kawa Ditemukan Selamat

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:51 WIT

Empat Hari Hilang di Laut Seram, Nelayan Desa Kawa Belum Ditemukan

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:24 WIT

Ombudsman Maluku Terima 528 Aduan Masyarakat Haruku, 25 Ditindaklanjuti

Senin, 25 Mei 2026 - 20:35 WIT

Pemprov Maluku dan Presiden Salurkan 143 Hewan Kurban

Senin, 25 Mei 2026 - 16:54 WIT

Wali Kota Ambon Dukung Langkah Korban Longsor BTN Gadihu Polisikan Pengembang

Berita Terbaru