Bodewin: Saya Ingin Kota Ambon Dipenuhi dengan Gadihu

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena saat diwawancarai usai  pelaksanaan acara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Sabtu (28/2/2026). Foto : MCAMBON

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena saat diwawancarai usai pelaksanaan acara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Sabtu (28/2/2026). Foto : MCAMBON

AMBON,HEADLINETIMUR.COM – Wali Kota Ambon, Bodewin Michael Wattimena menegaskan, melalui Gerakan Tanam Gadihu (GERTAK) pentingnya menanam tanaman endemik lokal dibandingkan mendatangkan bibit dari luar daerah. Salah satunya ialah tanaman Gadihu.

“Saya ingin Kota Ambon dipenuhi pohon Gadihu,”kata Bodewin pada momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kota Ambon.

Menurut Wali Kota, tanaman luar seperti dari Pulau Jawa kerap tidak bisa bertahan hidup di tanah Kota Ambon. Oleh karena itu, penting bagi warga kota untuk menanam tanaman endemik.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak bisa terus membeli tanaman dari Pulau Jawa yang seringkali mati karena tidak cocok dengan iklim kita. Gadihu adalah tanaman endemik Maluku yang terbukti mampu bertahan hidup di sini,” tegasnya.

Sementara itu, pada acara tersebut Wali Kota Ambon secara resmi mencanangkan tiga program strategis: Gerakan TAMBAHAN, GERTAK (Gerakan Tanam Gadihu), serta GEBRAK (Gerakan Bersama Rawat Alam Kota).

Baca Juga :  Eks Pasar Inpres Ambon Resmi Jadi Area Penumpukan Petikemas

Pencanangan ini berlangsung di Negeri Rutong, Sabtu (28/2), sebagai upaya mewujudkan identitas lingkungan yang berkelanjutan di ibu kota Provinsi Maluku.

Wali Kota menjelaskan bahwa akronim TAMBAHAN bukan sekadar nama, melainkan visi untuk menjadikan Ambon kota yang T-Ambon, B-ersih, A-sri, H-ijau, dan N-yaman. Gerakan ini diklaim selaras dengan gerakan nasional “Indonesia ASRI”.

“Sebagaimana gerakan nasional Indonesia ASRI, maka di Kota Ambon saya tetapkan gerakan TAMBAHAN. Konsep bersih diwujudkan dengan disiplin pengelolaan sampah, sementara asri kita dorong melalui penanaman tanaman endemik,” ujar Wali Kota.

Untuk melengkapi aspek “Hijau”, Pemkot Ambon meluncurkan GEBRAK. Program ini menargetkan penanaman 5.000 pohon produktif, seperti rambutan dan mangga, yang akan didistribusikan ke seluruh desa, negeri, dan kelurahan.

Wali Kota meyakini, jika unsur bersih, asri, dan hijau sudah terpenuhi, maka aspek kenyamanan bagi warga kota akan tercipta dengan sendirinya.

Baca Juga :  Bapas-Disnaker Matangkan Pidana Kerja Sosial di Ambon

*Warisan untuk Generasi Mendatang*

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, pries B. Gaspersz, melaporkan bahwa rangkaian HPSN 2026 telah dimulai sejak 18 Februari melalui kerja bakti massal yang berhasil mengangkut sedikitnya 10 ton sampah.

“Sampah adalah bagian dari kehidupan, tetapi tidak boleh kita wariskan kepada anak cucu. Yang harus kita wariskan adalah lingkungan yang bersih,” lapornya.

Puncak acara HPSN 2026 ini turut dimeriahkan dengan berbagai agenda, antara lain emberian penghargaan bagi pahlawan kebersihan, lomba kebersihan antar lingkungan, Talk show “Arika Kalesang Negeri” dan pameran UMKM, serta pemeriksaan kesehatan gratis dan field trip wisata sagu.

“Jangan hanya bercerita tentang mimpi, tapi tunjukkan melalui tindakan nyata bagi generasi mendatang,” pungkas Apries. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

49 Ribu Warga Maluku Terdampak Kenaikan Air Laut
DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon
Sharing Session FMI Maluku Dorong Budaya Pendakian Aman dan Peduli Lingkungan
Satu Hektare Lahan Terbakar di Patahuwe, Kapolres SBB Pimpin Pemadaman
Perkuat Konservasi Laut Maluku, Jejaring Kolaborasi Susun dan Uji Coba SOP Pengawasan
Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku
BMKG: Potensi Kekeringan di Maluku Berlanjut Hingga Awal 2027
Dukung RUU Perubahan Iklim, Unpatti Sediakan Kajian Akademik untuk DPR RI

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:08 WIT

49 Ribu Warga Maluku Terdampak Kenaikan Air Laut

Senin, 21 September 2026 - 17:53 WIT

DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon

Senin, 21 September 2026 - 16:52 WIT

Sharing Session FMI Maluku Dorong Budaya Pendakian Aman dan Peduli Lingkungan

Senin, 14 September 2026 - 21:22 WIT

Satu Hektare Lahan Terbakar di Patahuwe, Kapolres SBB Pimpin Pemadaman

Rabu, 9 September 2026 - 09:57 WIT

Perkuat Konservasi Laut Maluku, Jejaring Kolaborasi Susun dan Uji Coba SOP Pengawasan

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT