AMBON,HEADLINETIMUR.COM – Wali Kota Ambon, Bodewin Michael Wattimena menegaskan, melalui Gerakan Tanam Gadihu (GERTAK) pentingnya menanam tanaman endemik lokal dibandingkan mendatangkan bibit dari luar daerah. Salah satunya ialah tanaman Gadihu.
“Saya ingin Kota Ambon dipenuhi pohon Gadihu,”kata Bodewin pada momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kota Ambon.
Menurut Wali Kota, tanaman luar seperti dari Pulau Jawa kerap tidak bisa bertahan hidup di tanah Kota Ambon. Oleh karena itu, penting bagi warga kota untuk menanam tanaman endemik.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tidak bisa terus membeli tanaman dari Pulau Jawa yang seringkali mati karena tidak cocok dengan iklim kita. Gadihu adalah tanaman endemik Maluku yang terbukti mampu bertahan hidup di sini,” tegasnya.
Sementara itu, pada acara tersebut Wali Kota Ambon secara resmi mencanangkan tiga program strategis: Gerakan TAMBAHAN, GERTAK (Gerakan Tanam Gadihu), serta GEBRAK (Gerakan Bersama Rawat Alam Kota).
Pencanangan ini berlangsung di Negeri Rutong, Sabtu (28/2), sebagai upaya mewujudkan identitas lingkungan yang berkelanjutan di ibu kota Provinsi Maluku.
Wali Kota menjelaskan bahwa akronim TAMBAHAN bukan sekadar nama, melainkan visi untuk menjadikan Ambon kota yang T-Ambon, B-ersih, A-sri, H-ijau, dan N-yaman. Gerakan ini diklaim selaras dengan gerakan nasional “Indonesia ASRI”.
“Sebagaimana gerakan nasional Indonesia ASRI, maka di Kota Ambon saya tetapkan gerakan TAMBAHAN. Konsep bersih diwujudkan dengan disiplin pengelolaan sampah, sementara asri kita dorong melalui penanaman tanaman endemik,” ujar Wali Kota.
Untuk melengkapi aspek “Hijau”, Pemkot Ambon meluncurkan GEBRAK. Program ini menargetkan penanaman 5.000 pohon produktif, seperti rambutan dan mangga, yang akan didistribusikan ke seluruh desa, negeri, dan kelurahan.
Wali Kota meyakini, jika unsur bersih, asri, dan hijau sudah terpenuhi, maka aspek kenyamanan bagi warga kota akan tercipta dengan sendirinya.
*Warisan untuk Generasi Mendatang*
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, pries B. Gaspersz, melaporkan bahwa rangkaian HPSN 2026 telah dimulai sejak 18 Februari melalui kerja bakti massal yang berhasil mengangkut sedikitnya 10 ton sampah.
“Sampah adalah bagian dari kehidupan, tetapi tidak boleh kita wariskan kepada anak cucu. Yang harus kita wariskan adalah lingkungan yang bersih,” lapornya.
Puncak acara HPSN 2026 ini turut dimeriahkan dengan berbagai agenda, antara lain emberian penghargaan bagi pahlawan kebersihan, lomba kebersihan antar lingkungan, Talk show “Arika Kalesang Negeri” dan pameran UMKM, serta pemeriksaan kesehatan gratis dan field trip wisata sagu.
“Jangan hanya bercerita tentang mimpi, tapi tunjukkan melalui tindakan nyata bagi generasi mendatang,” pungkas Apries. (HT-01)










