Pulihkan Laut, Sahabat Pante Liang Transplantasi Karang Perdana

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMG_20260516_114507_867.jpg

IMG_20260516_114507_867.jpg

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Empat pemuda asal Negeri Liang melaksanakan penyelaman perdana dalam kegiatan transplantasi karang sebagai bagian dari Project Liang yang digagas oleh Jala Ina sejak tahun 2024.

Dalam kegiatan perdana ini, sebanyak 60 bibit karang berhasil ditanam di perairan Negeri Liang. Selain melakukan penanaman, para pemuda juga melakukan monitoring terhadap karang-karang yang sebelumnya telah ditanam melalui program Jala Ina sebelumnya.

Keempat pemuda tersebut yakni Munir Wael, Virbal Samual, Sri Dewi Maharani, dan Wirda Opier. Saat ini mereka telah memiliki sertifikasi selam open water setelah mengikuti berbagai pelatihan yang difasilitasi melalui Sekolah Jaga Kepulauan (SEJALAN), termasuk pelatihan selam ilmiah.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelaman perdana ini menjadi langkah awal keterlibatan aktif generasi muda Negeri Liang dalam upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem laut, khususnya terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat praktik penangkapan ikan menggunakan bom.

Virbal Samual, mengaku terharu dan bangga bisa terlibat langsung dalam upaya menjaga ekosistem laut di kampung halamannya. Menurutnya, pengalaman mengikuti pelatihan hingga akhirnya melakukan transplantasi karang memberikan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.

Baca Juga :  Penanganan Terukur, Kapolda-Kasum TNI Pantau Udara Tambang Ilegal Gunung Botak

Virbal mengatakan, Ia tidak menyangka ekosistem laut di kampungnya mengalami kerusakan separah itu.

“Kemaring pas liat akang, beta hati ancor! Beta seng sangka karang rusak bagitu. Karena itu beta deng tamang-tamang su bertekad par tarus belajar supaya katong bisa jaga ekosistem karang di katong pung kampung,” ujar Virbal.

Sementara itu, Wirda Opier mengatakan bahwa keterlibatan anak muda dalam kegiatan konservasi menjadi pengalaman penting yang membuka kesadaran tentang kondisi laut di Negeri Liang.

“Selama ini katong hanya lihat laut sebagai tempat cari ikan dan tempat wisata. Tapi sekarang katong lebih paham kalau terumbu karang harus dijaga supaya laut tetap hidup untuk generasi berikut,” kata Wirda Opier.

Sejak tahun 2024, Jala Ina memulai Project Liang, sebuah program pemulihan ekosistem terumbu karang di Negeri Liang.

Program ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Negeri Liang sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.

Transplantasi karang di perairan Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Foto: Jala Ina

Direktur Eksekutif Jala Ina, M. Yusuf Sangadji, menegaskan bahwa keberhasilan Project Liang sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda Negeri Liang.

Baca Juga :  Warga Desa Batumerah, Maluku Barat Daya Tolak Keras Konservasi Perairan Pulau Damer

“Keberhasilan Project Liang bergantung pada partisipasi dan kesadaran kolektif masyarakat Liang untuk menjaga ruang hidup mereka. Pemuda merupakan salah satu kelompok yang harus terlibat karena mereka yang akan merasakan dampak jika ekosistem rusak di masa depan. Karena itu, terlibat langsung adalah keharusan untuk melindungi ruang hidup mereka sejak dini,” ujar Yusuf.

Melalui program ini, pemuda Negeri Liang didorong untuk menjadi bagian penting dalam upaya menjaga dan melestarikan wilayah pesisir termasuk di dalamnya ekosistem terumbu karang berbasis komunitas.

Tidak hanya dibekali kemampuan teknis penyelaman, selam ilmiah, dan transplantasi karang, para peserta juga diperkuat dengan pengetahuan tentang pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sebagai ruang hidup bersama.

Ke depan, para pemuda Negeri Liang yang tergabung dalam komunitas Sahabat Pante akan secara aktif bergerak mengampanyekan dan mengadvokasi upaya pemulihan ekosistem pesisir di Negeri Liang.

Melalui komunitas ini, generasi muda diharapkan menjadi penggerak utama dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga laut dan wilayah pesisir secara berkelanjutan. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Ambon Ajak Warga Salurkan Daging Kurban Tanpa Kantong Plastik
Wujudkan Ambon Bersih, Wali Kota Resmikan TPS Ecolife
Kadis DLHP Ambon: Gaji Buruh Sampah Terlambat karena Libur dan Kendala Teknis
Lindungi Kekayaan Alam, Pemkot Ambon Perkuat Kapasitas Satgas PPTSL
Tinjau TPA, Wabup Malteng : Pengelolaan Sampah Harus Sistematis
Adipura Hanya Bonus, Kebersihan Kota Ambon yang Utama
Penanganan Terukur, Kapolda-Kasum TNI Pantau Udara Tambang Ilegal Gunung Botak
Warga Desa Batumerah, Maluku Barat Daya Tolak Keras Konservasi Perairan Pulau Damer

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:05 WIT

Wali Kota Ambon Ajak Warga Salurkan Daging Kurban Tanpa Kantong Plastik

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:36 WIT

Pulihkan Laut, Sahabat Pante Liang Transplantasi Karang Perdana

Senin, 11 Mei 2026 - 16:18 WIT

Wujudkan Ambon Bersih, Wali Kota Resmikan TPS Ecolife

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:34 WIT

Kadis DLHP Ambon: Gaji Buruh Sampah Terlambat karena Libur dan Kendala Teknis

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:00 WIT

Lindungi Kekayaan Alam, Pemkot Ambon Perkuat Kapasitas Satgas PPTSL

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Aniaya Warga di Keffing, Sagaf Kasongat Divonis 3 Bulan Penjara

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:37 WIT

Daerah

Gagal Belok di Gunung Pramuka SBB, Motor Tabrak Bus Damri

Jumat, 5 Jun 2026 - 13:32 WIT

Ekonomi & Bisnis

Tak Lama Lagi, Tambang Gunung Botak Dikelola secara Legal

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:57 WIT