AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Wilayah Pantai Utara Maluku Barat Daya (MBD), Maluku, diguncang gempa tektonik pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 01.38.31 WIB.
Meski awalnya tercatat berkekuatan M6,5, hasil analisis terbaru BMKG menunjukkan parameter pemutakhiran menjadi magnitudo M6,2.
Berdasarkan data BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 7,76° LS dan 127,92° BT. Titik pusat gempa berada di laut, berjarak 45 km arah Timur Laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman 159 km.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa bumi menengah. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas subduksi di Laut Banda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault),” ujar Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam rilis resminya.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di daerah Tiakur dengan skala intensitas IV-V MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk dan menyebabkan banyak orang terbangun dari tidur karena panik.
BMKG menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan, gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 02.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi kerusakan bangunan. (HT-01)










