Lima Tahun Tinggal di Gubuk Sempit, Rumah Keluarga Bahrum di Bula Dibedah Polisi

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 17:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Sebuah unggahan viral di media sosial mengenai kondisi memprihatinkan satu keluarga di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengetuk pintu hati jajaran kepolisian setempat. Unggahan tersebut menjadi pemantik aksi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Kepolisian Resor (Polres) SBT.

Informasi digital mengenai keluarga yang hidup di hunian tak layak itu langsung direspons cepat oleh Kapolres SBT, AKBP Alhajat. Ia segera menerjunkan jajaran Bhabinkamtibmas untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan.

Namun, fakta yang ditemukan petugas di lapangan justru jauh lebih memprihatinkan ketimbang narasi yang beredar di media sosial.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas Bhabinkamtibmas mendapati gubuk sempit berukuran sekitar 3×3 meter di Desa Bula. Gubuk itu dihuni oleh pasangan suami istri, Bahrum Ohoirat dan Hasti Sula, bersama delapan anak mereka. Rumah tersebut hanya beratapkan seng tua dan lembaran terpal yang telah berkali-kali ditambal demi menahan rembesan air hujan.

“Kami mendapatkan informasi dari media sosial. Setelah diverifikasi oleh anggota Bhabinkamtibmas, ternyata benar keluarga ini hidup dalam kondisi yang sangat memerlukan bantuan,” ujar Kapolres SBT, AKBP Alhajat, Senin (22/6/2026).

Melihat sepuluh nyawa harus berjejal di dalam ruangan yang sangat terbatas, AKBP Alhajat bersama jajarannya bergerak cepat.

“Hati kami tersentuh melihat langsung kondisi rumah mereka. Delapan anak tinggal dalam ruang yang sangat sempit dan tidak layak. Sebagian bahkan harus tidur di dekat dapur,” ungkapnya.

Baca Juga :  Swasembada Pangan dan Hilirisasi Komoditas Unggulan Jadi Fokus Utama Pemprov Maluku

Bergerak atas dasar kemanusiaan, personel Polres SBT secara spontan mengumpulkan donasi sukarela secara swadaya. Gerakan ini murni lahir dari empati mendalam para anggota polisi tanpa adanya paksaan.

“Atas dasar kemanusiaan, kami berinisiatif membangun rumah yang lebih layak agar keluarga ini dapat hidup dengan lebih nyaman,” jelas Kapolres.

Hampir setengah dari kekuatan personel Polres SBT turun langsung ke lapangan. Mereka melepas seragam dinas sejenak, bergantian mengangkat material, dan bahu-membahu mengerjakan pembangunan rumah tersebut.

“Alhamdulillah, pembangunan rumah dapat diselesaikan dengan baik. Hampir setengah dari personel Polres SBT ikut terlibat aktif dalam pengerjaannya,” tutur Alhajat.

Ia membeberkan bahwa hunian baru ini menjadi tonggak sejarah baru, lantaran merupakan program bedah rumah pertama yang dilaksanakan oleh Polres SBT secara mandiri, dengan sumber pendanaan internal dari personel untuk masyarakat kurang mampu. Bagi Kapolres, eksistensi Polri harus melampaui tugas penegakan hukum semata.

Di tengah proses pembangunan rumah, Hasti Sula tak mampu menahan air matanya. Perempuan yang sehari-hari membantu perekonomian keluarga dengan berjualan kelapa seharga Rp5.000 per buah itu mengenang masa-masa sulit mereka.

Ia menceritakan, setiap kali hujan turun, malam-malam mereka selalu diisi dengan kepanikan karena atap terpal yang digunakan sejak tahun 2021 sudah robek dan hanya bisa ditambal seadanya.

“Kalau hujan, air masuk. Kita pasang terpal dari tahun 2021 sampai sekarang, tapi kondisinya bisa dilihat sendiri. Anak-anak delapan orang semua tidur di situ. Saya dan suami terpaksa tidur di ruang tamu yang sempit,” tutur Hasti dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Tiga Terduga Pelaku Pembunuhan di Kei Besar

Hasti mengaku tidak pernah membayangkan keluarganya akan memiliki rumah yang layak. Selama ini, ia dan suaminya yang bekerja serabutan hanya fokus berjuang memeras keringat demi memenuhi kebutuhan dasar dan pendidikan anak-anak.

Keluarga Bahrum diketahui menetap di Desa Bula sejak 2021 setelah pindah dari Desa Sumber Agung demi menyekolahkan buah hati mereka.

Saat ini, dua dari delapan anak mereka telah menyelesaikan pendidikan SMA, sedangkan enam lainnya masih menempuh bangku sekolah.

“Beta hanya ibu rumah tangga yang jual kelapa, suami kerja serabutan. Terima kasih kepada bapak Kapolres dan semua anggota yang sudah bantu bedah rumah ini. Beta tidak bisa sebut satu per satu namanya,” ucap Hasti haru.

Kini, sebuah rumah layak huni telah berdiri tegak dan siap ditempati. Bagi Bahrum dan Hasti, bangunan ini bukan sekadar dinding papan, melainkan simbol harapan baru.

Mereka kini bisa bernapas lega melihat anak-anak dapat beristirahat dengan nyaman tanpa perlu khawatir kebasahan lagi di kala hujan.

“Semoga rumah ini membawa kenyamanan, kebahagiaan, dan menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik,” harap AKBP Alhajat. (HT)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Heroik Selamatkan Pelajar Tenggelam, Anggota Polri dan TNI AU Gugur di Pantai Nirun Malra
Operasi SAR Dihentikan, Bupati MBD Ajak Doakan Korban dan Keluarga
Hari Kedelapan Pencarian, 8 Korban Speedboat Tenggelam di Perairan MBD Belum Ditemukan
Hari Ketujuh Pencarian, 8 Korban Speedboat Tenggelam di Perairan MBD Belum Ditemukan
Personel Satuan Polairud Polres MBD Intensifkan Pencarian Korban Seedboat Tenggelam
Dihantam Ombak Besar, Warga Dusun Aruan SBT Desak Pemerintah Bangun Pelindung Pantai
Turun Langsung ke Desa, Bupati SBB Pastikan Intervensi Stunting Tepat Sasaran
Langgar Aturan, Lapak di Badan Jalan Pasar Batumerah Terancam Dibongkar

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:29 WIT

Lima Tahun Tinggal di Gubuk Sempit, Rumah Keluarga Bahrum di Bula Dibedah Polisi

Senin, 22 Juni 2026 - 13:36 WIT

Aksi Heroik Selamatkan Pelajar Tenggelam, Anggota Polri dan TNI AU Gugur di Pantai Nirun Malra

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:06 WIT

Hari Kedelapan Pencarian, 8 Korban Speedboat Tenggelam di Perairan MBD Belum Ditemukan

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:53 WIT

Hari Ketujuh Pencarian, 8 Korban Speedboat Tenggelam di Perairan MBD Belum Ditemukan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIT

Personel Satuan Polairud Polres MBD Intensifkan Pencarian Korban Seedboat Tenggelam

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakan

Perdana di Lapas Wahai, 17 Warga Binaan Khatam Al-Qur’an

Minggu, 21 Jun 2026 - 21:05 WIT

Peristiwa

Tim SAR Evakuasi Pendaki Hipotermia di Gunung Kayu Satu Ambon

Minggu, 21 Jun 2026 - 15:39 WIT