AMBON, HEADLINETIMUR.COM. — Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dominggus Malle, menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) merupakan bagian dari transformasi teknologi yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijak oleh mahasiswa. Hal ini penting guna mendukung proses pembelajaran, riset, serta pengembangan kompetensi di era digital.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Artificial Intelligence Training—hasil kolaborasi Unpatti, AI Ignition Indonesia, Kumpul, dan Grasberg Academy—di Manise Hotel Ambon, Kamis (16/7).
Dalam sambutannya, Prof. Malle menjelaskan bahwa AI bukanlah teknologi yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil evolusi panjang dunia komputasi dan teknologi informasi yang telah diprediksi sejak kehadiran mesin pencari (search engine) pada awal tahun 2000-an.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia pun membagikan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Jepang, di mana akses informasi kala itu masih didominasi Yahoo sebelum akhirnya berkembang pesat lewat Google.
Lebih lanjut, Prof. Malle menguraikan bahwa AI memungkinkan komputer dan mesin mensimulasikan kemampuan manusia, seperti mengenali pola, memproses informasi, menganalisis data, hingga memberikan respons berdasarkan pengetahuan yang dipelajari melalui big data.
“Proses pembelajaran AI ibarat seseorang yang pertama kali mengenali sebuah objek. Setelah mendapatkan informasi tentang objek tersebut, ia akan mengenalinya kembali saat melihat objek yang sama. Mekanisme serupa diterapkan pada sistem AI melalui data yang tersedia,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia menekankan agar perkembangan AI dipandang sebagai peluang emas untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Mahasiswa dituntut memiliki literasi digital yang baik agar mampu menggunakan teknologi secara kritis, bertanggung jawab, dan beretika.
“Dengan demikian, AI menjadi alat bantu inovasi dan penelitian, bukan sekadar sarana memperoleh jawaban instan,” ujar Malle.
Ia berharap pelatihan ini dapat memperluas wawasan para peserta sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, menyampaikan bahwa AI telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara belajar, bekerja, hingga proses pengambilan keputusan.
“AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Mahasiswa harus mampu memahami dan memanfaatkannya secara tepat sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi global,” ujar Dr. Kubangun.
Menurutnya, penguasaan AI kini menjadi sebuah kebutuhan. Namun, penggunaannya tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan kreativitas, daya kritis, dan integritas akademik.
Ia menambahkan, Unpatti berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, dan arus teknologi. Kemampuan memanfaatkan AI secara tepat dinilai akan menjadi nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi lulusan Unpatti di tingkat global.
Mengakhiri sambutannya, Dr. Aida Kubangun mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Grasberg Academy, yakni Eviliana Wattopa (Managing Partner Grasberg Academy sekaligus Program Associate di Apple Developer Institute for Entrepreneurship). Turut hadir dalam acara ini jajaran Wakil Rektor Unpatti serta para mahasiswa penerima KIP Kuliah On-Going Tahun 2026. (HT-01)









