AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Koordinator Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Maluku, Rovik Akbar Afifudin, menegaskan bahwa lulusan Latihan Kader III (LK III) HMI memikul amanah kepemimpinan besar yang melampaui kepentingan pribadi.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Advance Training (LK III) Tingkat Nasional Badan Koordinasi (Badko) HMI Maluku yang berlangsung di Gedung Islamic Center Ambon, Sabtu (25/7/2026).
Rovik menjelaskan, sesuai pedoman pengkaderan HMI, tujuan LK III adalah membina kader pemimpin yang mampu menerjemahkan serta mentransformasikan pemikiran konseptual secara profesional dalam gerak perubahan sosial.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Seorang kader LK III tidak cukup hanya menjadi pembaca realitas, tetapi juga harus menjadi penafsir zaman. Lulusan LK III tidak hanya melahirkan kritik, tetapi juga menawarkan jalan keluar—mengubah teori menjadi kebijakan, gagasan menjadi gerakan, dan cita-cita menjadi kenyataan sosial,” ujar Rovik.
Menjawab Krisis Kepemimpinan
Menyinggung tema LK III tahun ini, yakni “Inteligensi HMI: Ikhtiar Menjawab Krisis Multidimensi Menuju Masyarakat Cita”, Rovik mengingatkan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan sekadar persoalan ekonomi, politik, atau teknologi. Bangsa ini tengah menghadapi krisis kepemimpinan, integritas, keteladanan, dan cara berpikir.
Ia menambahkan, inteligensi HMI bukanlah simbol prestise akademik semata, melainkan kemampuan menghubungkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dalam tindakan nyata.
“Bangsa ini tidak sedang menunggu hadirnya lebih banyak orang pintar, tetapi menunggu lahirnya pemimpin yang cerdas sekaligus jujur, kuat secara intelektual, serta rendah hati,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rovik atas nama Keluarga Besar MW KAHMI Maluku menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, atas bantuan materiil maupun moril serta kesediaannya untuk membuka acara LK III Tingkat Nasional tersebut secara resmi.
Menurutnya, hal ini menjadi bukti konsistensi pemerintah daerah dalam mendukung proses pengkaderan di tubuh HMI.
Mengakhiri sambutannya, anggota DPRD Maluku yang juga politikus PPP itu, berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan forum LK III sebagai ruang menguji gagasan dan memperkuat karakter.
“Jabatan boleh berubah, profesi boleh berganti, tetapi integritas kader harus tetap menjadi identitas yang melekat selamanya. Saya percaya dari forum ini akan lahir generasi pemimpin yang tidak hanya mewarisi sejarah panjang HMI, tetapi juga mampu menuliskan sejarahnya sendiri,” pungkasnya. (HT-01)









