Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 17:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Allan Lohy.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Allan Lohy.

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Allan Lohy, meminta Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Maluku mengevaluasi kontraktor pelaksana proyek sanitasi di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Allan Lohy.

Ia menilai dugaan masalah antara kontraktor dan pekerja mendesak untuk ditangani karena menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Proyek sanitasi di Banda harus mendapat atensi khusus, mengingat program ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sekaligus pelaksanaan pekerjaan pemerintah di wilayah kepulauan,” kata Lohy kepada wartawan di Ambon, Kamis (24/9/2026).

Lohy mengungkapkan, Komisi III DPRD Maluku telah memanggil pihak BP3KP untuk menggelar rapat kerja. Dalam pertemuan tersebut, dewan meminta penjelasan sekaligus mendorong evaluasi terhadap kontraktor yang dinilai belum memenuhi kewajiban kontrak.

Menurutnya, kontraktor yang terbukti lalai wajib dikenai sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku. Pencantuman ke dalam daftar hitam (blacklist) juga dinilai patut dipertimbangkan agar pelaksanaan proyek ke depan tidak terhambat.

Selain itu, Lohy mempertanyakan kebijakan pemilihan kontraktor luar daerah padahal pelaku usaha konstruksi lokal dinilai sangat mampu mengerjakan proyek serupa. Menurutnya, pelibatan kontraktor lokal tidak hanya memudahkan pengawasan, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah.

Baca Juga :  Saadiah Uluputty Soroti Ketimpangan Jalan Non-Tol: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Status Jalan!

“Bila proyek sanitasi Pulau Banda melibatkan kontraktor lokal, proses pengawasannya bisa lebih ketat dan mereka turut diberdayakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, evaluasi ini tidak sebatas melihat progres fisik pekerjaan, tetapi juga memastikan hak-hak para pekerja terpenuhi sepenuhnya.

“Saya berharap persoalan di Banda menjadi bahan perbaikan bagi BP3KP Maluku dan pihak terkait dalam mengelola proyek pemerintah berikutnya di Maluku,” tandas Lohy. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku
Peletakan Batu Pertama Pastori Patahuwe, Simbol Pemulihan Nyata
Jatah Beda Rumah untuk Maluku Melonjak Drastis, Target 10 Ribu Unit Pada 2027
Maluku Disiapkan Jadi Hub Keselamatan Pelayaran Indonesia Timur
Pemkab SBT dan Kementerian PKP Genjot 500 Unit Rumah Layak Huni
PLN Siapkan Rp9 Triliun untuk Perluasan Akses Listrik di Maluku
Pemkot Ambon Siapkan 100 Rumah Subsidi Bagi ASN dan MBR Tahun Ini

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:41 WIT

Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam

Selasa, 22 September 2026 - 20:54 WIT

Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIT

Peletakan Batu Pertama Pastori Patahuwe, Simbol Pemulihan Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 11:52 WIT

Jatah Beda Rumah untuk Maluku Melonjak Drastis, Target 10 Ribu Unit Pada 2027

Kamis, 17 September 2026 - 17:13 WIT

Maluku Disiapkan Jadi Hub Keselamatan Pelayaran Indonesia Timur

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT