Krisis Air Bersih di SBT, Warga Bula Harus Merogoh Kocek Ratusan Ribu per Minggu

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air bersih bantuan dari anggota DPR RI Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena yang didistribusikan ke rumah warga di Jalan Garuda Mas 1, Desa Administratif Kampung Wailola, Kecamatan Bula, SBT, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Istimewa)

Air bersih bantuan dari anggota DPR RI Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena yang didistribusikan ke rumah warga di Jalan Garuda Mas 1, Desa Administratif Kampung Wailola, Kecamatan Bula, SBT, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Istimewa)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Krisis air bersih yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus berlanjut. Warga yang terdampak terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Kecamatan Bula, Bula Barat, Seram Timur, Pulau Gorom, Gorom Timur, Kesui Watubela, dan Teor. Ribuan jiwa di kawasan tersebut kini mengalami krisis air akibat kemarau panjang yang terjadi sejak Juni lalu.

Di Kota Bula, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBT mencatat ada 10 titik yang terdampak kekeringan. Wilayah tersebut di antaranya kawasan PLN Lama, Garuda Mas, Desa Wailola, Kelapa Dua, Desa Bula, Tumbu Parang, serta Kampung Gorom.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kompleks Garuda Mas RT 01, Desa Administratif Kampung Wailola, warga terpaksa membeli air bersih seharga Rp65.000 hingga Rp70.000 per tong berkapasitas 1.200 liter. Air tersebut rata-rata hanya bertahan 2–3 hari untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan buang air besar.

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

“Iya benar, air satu tong itu kadang hanya cukup untuk 2–3 hari. Jadi dalam seminggu kami bisa membeli sampai 2–3 tong air bersih,” ungkap Dino, salah seorang warga di Lorong Garuda Mas 1.

Artinya, Dino dan keluarganya harus mengeluarkan biaya hingga Rp195.000 per minggu hanya untuk memenuhi kebutuhan air harian.

“Mungkin pengeluaran keluarga lain lebih sedikit, tergantung jumlah anggota keluarga dan pemakaian. Namun yang jelas, kekeringan akibat El Nino ini sangat memberatkan keluarga kami,” jelasnya.

Indah menambahkan, kawasan Garuda Mas 1 memang sangat rentan dilanda kekeringan. Selama ini, sejumlah warga mengandalkan sumur galian yang ditarik menggunakan mesin pompa air.

Namun, sumur belasan meter tersebut telah mengering sejak pertengahan Juni, begitu pula dengan sungai di sekitar kawasan permukiman.

Meskipun sejumlah pihak seperti Polres, DPD PKS, anggota DPR RI Dapil Maluku Alimudin Kolatlena, hingga BPBD telah menyalurkan bantuan, penanganan tersebut dinilai belum optimal karena bantuan air gratis hanya datang sekali.

Baca Juga :  Gubernur Hendrik Ultimatum Penambang Ilegal GB: Masih Coba-coba, Berhadapan dengan Negara!

Menurut Dino, Pemerintah Daerah (Pemda) seharusnya bisa mengambil langkah strategis dengan mengalirkan air dari sumber terdekat, seperti Sungai Nama Timur, untuk dibagikan kepada warga.

Sayangnya, debit air Sungai Nama Timur yang konon tak pernah kering itu justru dimanfaatkan oleh segelintir oknum sebagai komoditas bisnis yang menguntungkan di tengah penderitaan warga.

“Sungai itu sumber daya alam yang mestinya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, bukan diperjualbelikan saat krisis air seperti ini. Parahnya lagi, fenomena ini terjadi setiap tahun,” tegas Indah.

Ia juga mengingatkan Pemda terkait imbauan BMKG Stasiun Klimatologi Maluku yang memprediksi puncak musim kemarau di SBT masih akan berlangsung hingga September. Hal ini menandakan krisis air bersih masih berpotensi berlanjut selama sebulan ke depan.

“Artinya, selama sebulan ke depan kami masih harus terus membeli air. Kami sangat berharap Pemda dapat menyalurkan air bersih secara rutin untuk mengurangi beban warga,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Krisis Air, Pemkot Tual dan Basarnas Ambon Distribusi Logistik ke Wilayah Kepulauan
Wagub Maluku Pastikan Gelar Pahlawan Nasional A.M. Sangadji Kembali Diperjuangkan
Kota Bula Dikepung Asap Karhutla, Warga Mulai Keluhkan Sesak dan Iritasi
Peringati HUT ke-451, Gubernur Maluku: Kota Ambon Harus Bersih ‘Luar Dalam’
Mesin Mati di Perairan Malra, 5 Nelayan Tual Berhasil Dievakuasi Selamat
Dua Penambang Tewas Tertimbun Lubang Galian Ilegal di Tambang Luhu
Pemkab SBT Kebut PSN Hilirisasi Sagu, Investor Mulai Tertarik
Karhutla Hanguskan Perkebunan Warga, Pemda Buru Selatan Didesak Turun Gunung

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 12:59 WIT

Atasi Krisis Air, Pemkot Tual dan Basarnas Ambon Distribusi Logistik ke Wilayah Kepulauan

Selasa, 8 September 2026 - 07:57 WIT

Wagub Maluku Pastikan Gelar Pahlawan Nasional A.M. Sangadji Kembali Diperjuangkan

Selasa, 8 September 2026 - 06:33 WIT

Kota Bula Dikepung Asap Karhutla, Warga Mulai Keluhkan Sesak dan Iritasi

Senin, 7 September 2026 - 18:01 WIT

Peringati HUT ke-451, Gubernur Maluku: Kota Ambon Harus Bersih ‘Luar Dalam’

Senin, 7 September 2026 - 10:20 WIT

Dua Penambang Tewas Tertimbun Lubang Galian Ilegal di Tambang Luhu

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT