Gubernur Hendrik Ultimatum Penambang Ilegal GB: Masih Coba-coba, Berhadapan dengan Negara!

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengeluarkan peringatan keras terhadap para pelaku pertambangan tanpa izin (PETI) di kawasan Gunung Botak (GB), Kabupaten Buru.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi menoleransi aktivitas ilegal yang telah merusak lingkungan selama bertahun-tahun.

“Kepada penambang ilegal, berhenti melakukan aktivitas Anda. Kalau masih mencoba-coba lagi, kalian berhadapan dengan negara,” tegas Hendrik saat meninjau langsung lokasi terdampak, pada Rabu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur mengapresiasi tindakan nyata yang diambil oleh Pangdam, Kapolda, serta jajaran Forkopimda lainnya dalam menertibkan kawasan tersebut. Menurutnya, progres yang dicapai saat ini merupakan langkah luar biasa menuju pemulihan kawasan.

“negara harus hadir dan wibawa pemerintah harus tegak. Kita harus menunjukkan konsistensi dalam bertindak tegas demi masa depan Maluku,” tegasnya.

Ia berharap penertiban kali ini bersifat permanen agar para pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dapat bekerja dengan tenang tanpa gangguan aktivitas ilegal.

“Sebagai Gubernur, saya tidak mau kita melakukan kesalahan berulang. Konsentrasi saya bukan pada emasnya, melainkan pada keselamatan lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Fachri-Vitho: Capaian Disyukuri, Pembenahan Terus Berlanjut

Hendrik juga menyoroti dampak mengerikan dari aktivitas pertambangan emas ilegal yang menggunakan bahan kimia berbahaya.

Berdasarkan hasil uji ilmiah dari lembaga kredibel, kata Gubernur, kadar merkuri dan sianida telah mencemari hingga ke wilayah perairan laut.

“Gunung Botak saat ini menjadi potret wajah suram akibat eksploitasi yang tidak terkontrol,”jelasnya.

Ia juga menyindir sikap para penambang ilegal yang kerap lepas tangan saat terjadi bencana alam di lokasi tambang.

“Penambang ilegal sering “balik kanan” (kabur) saat terjadi musibah. Pemerintah yang akhirnya harus menanggung dampak dan berhadapan langsung dengan masyarakat yang terdampak bencana,”ujarnya.

Sebagai solusi, Gubernur mengajak para mantan penambang ilegal untuk segera melegalkan aktivitas mereka melalui wadah koperasi yang telah memiliki izin resmi dari pemerintah.

Ia menekankan pentingnya Good Mining Practice atau praktik pertambangan yang baik.

“Tujuannya hanya satu, mengambil sumber daya, namun lingkungan tetap terjaga. Berdosa kita sebagai pemimpin jika membiarkan kondisi ini berlangsung terus-menerus dan menormalisasi keadaan yang rusak ini,” tambahnya.

Baca Juga :  IUP Nikel SBB "Tidur" Sejak 2009, Pemda Didesak Ajukan Evaluasi ke Kementerian

Bagi para pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR), Gubernur memberikan instruksi khusus agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku dan melengkapi seluruh dokumen dan persyaratan teknis serta melibatkan tenaga kerja atau penambang lokal secara signifikan.

Selain itu, menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar setelah mulai berproduksi.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Maluku telah menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) kepada 10 koperasi untuk mengelola tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Langkah ini bertujuan melegalkan pertambangan dan menertibkan aktivitas ilegal, di mana pemegang IPR mulai memasang tanda batas. Pengoperasiannya menunggu penertiban tuntas.

Sepuluh koperasi tersebut adalah
Koperasi Putri Daramanis Mandiri, Koperasi Perusa Tanila Baru, Koperasi Fena Rua Bupolo, Koperasi Baheren Floly Kai Wai, Koperasi Wahidi Mnamut Mandiri, Koperasi Nusa Ina Solissa Group, Koperasi Putra Bupolo, Koperasi Penambang Emas Rakyat Klih, Koperasi Gunung Botak Persada, dan Koperasi Tambang Rakyat Waeapo. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Hilang Arah Akibat Kabut, Nelayan Asal Aru Berhasil Pulang Selamat
Gubernur dan Forkopimda Maluku Tinjau Lokasi Groundbreaking Blok Masela
Krisis Air Bersih Melanda Bula, Polres SBT Gerak Cepat Kerahkan AWC
BNPB dan Alimudin Kolatlena Pastikan Ratusan Rumah Pengungsi Kariuw-Masihulan Segera Dibangun
Kemarau Mulai Melanda, Polres SBT Salurkan Air Bersih untuk Warga Bula
Lima Tahun Tinggal di Gubuk Sempit, Rumah Keluarga Bahrum di Bula Dibedah Polisi
Aksi Heroik Selamatkan Pelajar Tenggelam, Anggota Polri dan TNI AU Gugur di Pantai Nirun Malra
Operasi SAR Dihentikan, Bupati MBD Ajak Doakan Korban dan Keluarga

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:54 WIT

Sempat Hilang Arah Akibat Kabut, Nelayan Asal Aru Berhasil Pulang Selamat

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:56 WIT

Gubernur dan Forkopimda Maluku Tinjau Lokasi Groundbreaking Blok Masela

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:18 WIT

Krisis Air Bersih Melanda Bula, Polres SBT Gerak Cepat Kerahkan AWC

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:57 WIT

BNPB dan Alimudin Kolatlena Pastikan Ratusan Rumah Pengungsi Kariuw-Masihulan Segera Dibangun

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:01 WIT

Kemarau Mulai Melanda, Polres SBT Salurkan Air Bersih untuk Warga Bula

Berita Terbaru

Sidang pengucapan putusan uji materiil undang-undang (UU) di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO)

Nasional

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung

Selasa, 30 Jun 2026 - 17:30 WIT

Sosial Kemasyarakan

Kota Tual Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Provinsi Maluku 2026

Senin, 29 Jun 2026 - 21:24 WIT