BULA, HEADLINETIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus memacu percepatan hilirisasi komoditas sagu. Selain mengejar penyelesaian dokumen Proyek Strategis Nasional (PSN) ke Bappenas, Pemkab SBT mulai mematangkan rencana investasi pembangunan pabrik pengolahan sagu bersama calon investor potensial.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat kerja yang dipimpin langsung oleh Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, di Ruang Rapat Bupati SBT pada Sabtu (5/9/2026). Rapat turut dihadiri Sekda, juru bicara Pemda, serta jajaran kepala dinas terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Bappeda mempresentasikan Master Plan dan Detail Engineering Design (DED) pembangunan pabrik sagu sebagai bukti kesiapan daerah. Pihak investor juga memaparkan rencana pengembangan investasi untuk mendorong nilai tambah komoditas unggulan SBT tersebut.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Hilirisasi sagu harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah produk, dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Kami berkomitmen memberikan kemudahan perizinan bagi investor yang serius,” ujar Bupati Fachri.
Upaya menggaet investor ini beriringan dengan langkah percepatan pengusulan status PSN ke pusat. Bupati optimistis seluruh berkas dapat dirampungkan dan diserahkan ke Kementerian PPN/Bappenas paling lambat 15 September 2026.
Saat ini, persyaratan administrasi hampir rampung sepenuhnya dan tinggal menyisakan satu surat penyelarasan format dari Bappenas yang membutuhkan pengesahan Pemerintah Provinsi Maluku.
“Saya sudah berkoordinasi langsung dengan Pak Gubernur dan Pak Sekda Provinsi Maluku. Pak Gubernur minta dokumen segera sampai di meja beliau agar bisa ditandatangani dalam waktu dekat,” ungkap Fachri saat ditemui wartawan di Bula, Kamis (3/9/2026).
*Investor Bangka dan Papua Lirik Potensi SBT*
Di tengah proses pengusulan PSN, Pemkab SBT juga menerima sinyal positif dari calon investor berpengalaman yang telah mengoperasikan satu pabrik sagu di Bangka dan dua pabrik di wilayah Papua.
Kekayaan alam dan potensi sagu yang melimpah di SBT menjadi daya tarik utama pengusaha tersebut untuk memperluas jangkauan industrinya.
“Calon investor menilai potensi sagu di SBT sangat besar dan berpeluang menjadi salah satu pusat industri sagu terbesar di Indonesia. Pemerintah daerah sangat terbuka dan siap memberikan kemudahan kemitraan demi kemajuan daerah,” pungkas Fachri. (HT-01)











