BULA, HEADLINETIMUR.COM — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar agenda Political Update, konsolidasi, dan upgrading pengurus di Hotel Mutiara, Kota Bula, yang berlangsung dari Kamis (3/9/2026) hingga Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Ketua DPW PKS Maluku, Fachri Husni Alkatiri, ini dilaksanakan guna memperkuat kapasitas pengurus pascapelantikan 6 Dewan Pengurus Cabang (DPC) tingkat kecamatan, 10 Dewan Pengurus Ranting (DPRa) tingkat desa, serta 11 pengurus Rumah Keluarga Indonesia (RKI) di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur.
Ketua DPD PKS SBT, Husin Rumadan, menjelaskan bahwa pelatihan ini berfokus pada manajemen pengelolaan partai dan peningkatan kapasitas pengurus sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak hal yang harus dibenahi. Perjalanan DPD PKS SBT sejauh ini belum memiliki basis yang tersebar merata di semua daerah. Kekuatan politik kita sebelumnya lebih bertumpu pada keteguhan individu atau figur caleg, bukan pada penguatan struktur dan basis massa yang mapan,” ujar Husin.
Ia menegaskan, paradigma tersebut harus diubah menjelang Pemilu 2029. PKS SBT menargetkan keberadaan struktur partai yang solid hingga ke tingkat desa agar kerja konsolidasi dan fungsi advokasi masyarakat dapat berjalan optimal.
“Informasi terkait perkembangan dan kebutuhan pelayanan pembangunan masyarakat di tingkat bawah harus bisa tersambung ke anggota legislatif (aleg) kita, baik di DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, hingga DPR RI,” tambahnya.
Dinamika Kursi Parlemen
Husin mengungkapkan, perolehan kursi PKS di DPRD SBT kerap mengalami pasang surut. Pada awal pembentukan kabupaten, PKS meraih satu kursi, kemudian naik menjadi dua kursi di periode ketiga, dan puncaknya memimpin lembaga DPRD SBT serta mengusung kadernya sebagai Wakil Bupati pada periode keempat.
“Namun, pada Pemilu 2024, perolehan kursi PKS mengalami penurunan menjadi dua kursi,” ungkap Husin.

Selain evaluasi internal, Husin turut menyoroti persoalan ekonomi daerah, khususnya sektor perikanan. Meski pertumbuhan ekonomi Maluku bertahap membaik ke angka 4,14 persen pada triwulan I, para nelayan di SBT masih menghadapi masalah kelangkaan dan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Banyak nelayan tidak melaut karena sulitnya akses BBM subsidi serta harganya yang mahal. Pendapatan mereka tidak seimbang dengan biaya operasional. PKS SBT berkomitmen mendorong kolaborasi antara elemen partai, perbankan, dan pelaku usaha lokal untuk mencari solusi atas ketimpangan ekonomi ini,” tegas Husin.
Optimisme PKS di Maluku
Sementara itu, Ketua DPW PKS Maluku, Fachri Husni Alkatiri, menegaskan posisi PKS sebagai salah satu dari empat partai besar di Provinsi Maluku bersama PDIP, Gerindra, dan NasDem.
Fachri menyampaikan bahwa dalam sejarahnya, PKS tidak pernah absen mengisi posisi pimpinan yakni Wakil Ketua di DPRD Provinsi Maluku. Tak hanya itu, PKS juga mencatatkan hasil positif pada Pilkada Serentak 2024 di Maluku.
“PKS merupakan salah satu pemenang terbesar di Pilkada serentak 2024 untuk tingkat kepala daerah se-Maluku. Kita memiliki tiga kader yang berhasil menduduki posisi pimpinan daerah, yakni Bupati SBT, Wakil Bupati Buru, dan Wakil Wali Kota Tual,” jelas Fachri.
Capaian positif ini diharapkan menjadi modal penting dan pelecut semangat bagi seluruh pengurus di tingkat basis untuk terus memperkuat konsolidasi partai dalam melayani masyarakat SBT. (HT-01)











