Kota Bula Dikepung Asap Karhutla, Warga Mulai Keluhkan Sesak dan Iritasi

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 06:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BULA, HEADLINETIMUR.COM — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Selasa (8/9/2026) pagi.

Kondisi udara yang kian memburuk membuat suasana ibu kota Kabupaten SBT ini tampak seperti Pulau Kalimantan saat dilanda karhutla hebat.

Titik api diketahui berasal dari wilayah pegunungan yang berada dekat dengan permukiman Desa Limumir. Kebakaran yang terjadi hampir setiap hari ini membuat kabut asap saban pagi menyelimuti area perkotaan.

Kabut asap di Jalan Wailola, Bula, Selasa (8/9/2026). Banyak kantor pemerintahan berlokasi di jalan tersebut.

Jarak pandang di Bula pada pagi hari turun akibat tebalnya asap. Selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas harian, bau sangit yang menyengat mulai memicu keluhan kesehatan warga, terutama gangguan pernapasan dan iritasi mata.

Azis, salah seorang warga Bula, menyebutkan bahwa kejadian karhutla tahun ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Karhutla kali ini termasuk yang paling parah. Hampir tiap hari ada kebakaran. Seluruh wilayah Kota Bula dikepung asap,” ujar Azis, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga :  Bupati SBB Pacu Visi Agro-Marine Lewat Sinergi Dengan Kementan

Sayangnya, meski asap terus menebal dan mengancam kesehatan masyarakat, Azis mengeluhkan belum adanya aksi nyata dari instansi terkait, seperti pembagian masker dari Dinas Kesehatan SBT untuk mencegah risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera merespons situasi ini dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran serta membagikan masker medis gratis.

“Terutama bagi anak-anak yang berangkat sekolah di pagi hari. Sekolah mereka dekat dengan lokasi kebakaran, tentu ini sangat mengganggu,” pungkas Azis. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Maluku Pastikan Gelar Pahlawan Nasional A.M. Sangadji Kembali Diperjuangkan
Peringati HUT ke-451, Gubernur Maluku: Kota Ambon Harus Bersih ‘Luar Dalam’
Mesin Mati di Perairan Malra, 5 Nelayan Tual Berhasil Dievakuasi Selamat
Dua Penambang Tewas Tertimbun Lubang Galian Ilegal di Tambang Luhu
Pemkab SBT Kebut PSN Hilirisasi Sagu, Investor Mulai Tertarik
Karhutla Hanguskan Perkebunan Warga, Pemda Buru Selatan Didesak Turun Gunung
Wagub Maluku: Maulid Nabi Momentum Rawat Harmoni dan Persaudaraan
PLN Siapkan Rp9 Triliun untuk Perluasan Akses Listrik di Maluku

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 07:57 WIT

Wagub Maluku Pastikan Gelar Pahlawan Nasional A.M. Sangadji Kembali Diperjuangkan

Selasa, 8 September 2026 - 06:33 WIT

Kota Bula Dikepung Asap Karhutla, Warga Mulai Keluhkan Sesak dan Iritasi

Senin, 7 September 2026 - 18:01 WIT

Peringati HUT ke-451, Gubernur Maluku: Kota Ambon Harus Bersih ‘Luar Dalam’

Senin, 7 September 2026 - 12:57 WIT

Mesin Mati di Perairan Malra, 5 Nelayan Tual Berhasil Dievakuasi Selamat

Minggu, 6 September 2026 - 19:50 WIT

Pemkab SBT Kebut PSN Hilirisasi Sagu, Investor Mulai Tertarik

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT