Bupati Busel Minta Maaf ke Petugas Sampah, Ancam Putus Kontrak Vendor Nakal

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Bupati Buru Selatan, La Hamidi merespons cepat aksi protes petugas kebersihan outsourcing yang membuang sampah di halaman kantor bupati pada Kamis (12/3/2026).

Bupati menyampaikan permohonan maaf sekaligus menunjukkan ketegasan terhadap pihak ketiga selaku pengelola.

Aksi spontan tersebut dipicu oleh kekecewaan mendalam para petugas yang belum menerima hak gaji selama tiga bulan.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal ini, Bupati mengakui adanya celah dalam pengawasan kinerja vendor, meski ia menyayangkan cara penyampaian aspirasi tersebut.

Bupati menegaskan bahwa kesejahteraan pekerja adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

“Saya minta maaf kepada para petugas kebersihan atas keterlambatan ini. Hak mereka adalah prioritas. Hari ini juga saya perintahkan Kepala Dinas terkait untuk langsung memanggil vendor pengelola,” tegas Bupati dengan nada bicara tinggi.

Pemkab Buru Selatan tidak akan mentoleransi pihak ketiga yang dinilai lalai dalam memenuhi kewajiban kepada pekerja, terutama mereka yang menjadi ujung tombak kebersihan kota.

Sebagai solusi jangka pendek dan panjang, Bupati menginstruksikan langkah evaluasi Kontrak, jika vendor tidak mampu membayar dalam waktu dekat, saya perintahkan putus kontrak dan cari vendor lain. “Jangan main-main dengan hak orang kecil,” pungkasnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bakal Hadir, 453 Polisi Siap Amankan Groundbreaking Blok Masela

Bupati menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup diperintahkan untuk mengawal proses pembayaran gaji secara langsung guna memastikan hak para petugas benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

Sampah Menumpuk di Kantor Bupati

Diberitakan sebelumnya, halaman Kantor Bupati Buru Selatan mendadak dipenuhi tumpukan sampah pada Kamis pagi (12/3/2026).

Aksi ini merupakan bentuk protes keras dari para petugas kebersihan yang mengaku belum menerima upah selama tiga bulan terakhir.

Peristiwa ini mendadak viral setelah akun Facebook @Opick Tuanaya mengunggah siaran langsung yang memperlihatkan gunungan sampah menutup akses di depan kantor orang nomor satu di Buru Selatan tersebut.

Berdasarkan keterangan dari salah satu anggota Satpol PP yang berjaga di lokasi, Latuamury, aksi pembuangan sampah ini dilakukan sekitar pukul 05.30 WIT.

Sebanyak tiga unit truk sampah dilaporkan menumpahkan muatannya tepat di depan pintu masuk kantor bupati.

Baca Juga :  Meluruskan Isu Miring Konservasi Perairan Damer : Dari Misinformasi Hingga Petisi Dukungan Warga

Aksi ini dipicu oleh rasa kecewa dan emosi para petugas pengangkut sampah di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buru Selatan.

“Meski telah bekerja rutin, hak mereka selama tiga bulan belum juga dipenuhi oleh pemerintah daerah,”tulis Opick.

Terdapat informasi bahwa keterlambatan ini berkaitan dengan transisi kebijakan manajemen tenaga kerja.

Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Daerah (Pemda) Buru Selatan mulai memaksimalkan skema kontrak melalui pihak ketiga (outsourcing).

Anggaran untuk upah petugas kebersihan kini dikabarkan melekat pada bagian Sekretariat Daerah, bukan lagi langsung melalui dinas terkait. Namun, proses administratif dalam skema baru ini diduga menjadi kendala tersendatnya pembayaran gaji para buruh tersebut.

Harapan Menjelang Hari Raya
Kondisi ini kian mendesak mengingat umat Muslim akan segera menyambut hari raya.

“Para petugas berharap Pemda segera mencairkan tunggakan gaji mereka agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga menjelang Idul Fitri 1447 H,”lanjut Opick. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih
Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”
Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri
Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan
Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air
Terima Kwarda Maluku, Gubernur HL Komit Sukseskan Jamnas dan Dukung Penuh Musda
DPD PKS SBT Lanjutkan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Bula
Jamin Keamanan Investasi, Sekda Maluku Tegaskan Lahan Hilirisasi Ubi Kayu Bursel Harus Bebas Sengketa

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIT

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:52 WIT

Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:11 WIT

Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:25 WIT

Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIT

Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT