AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal.
Langkah ini ditegaskan dalam audiensi antara jajaran Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri dan Penjabat Wali Kota Ambon di ruang kerja wali kota pada Kamis (9/7/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Satgaswil (Kasatgaswil) Maluku Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. I Wayan Sukarena, dan disambut hangat oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, beserta jajaran dinas terkait.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol. I Wayan Sukarena menekankan bahwa keberhasilan program deradikalisasi dan pencegahan dini tidak dapat bertumpu pada aparat keamanan saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari pemerintah daerah.
Menurutnya, Densus 88 AT Polri selama ini konsisten melakukan berbagai upaya pencegahan di wilayah Kota Ambon. Namun, ruang lingkup pencegahan harus diperluas, khususnya melalui sosialisasi yang menyasar kelompok rentan seperti remaja dan pelajar.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah tingginya risiko paparan radikalisme melalui ruang digital.
Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri pun mendorong Pemkot Ambon untuk memberikan perhatian serius pada edukasi penggunaan gawai (gadget) yang bijak bagi generasi muda.
Merespons hal tersebut, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti rekomendasi Densus 88.
Ia akan menginstruksikan Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, serta para camat dan lurah untuk menyusun program pengawasan digital yang terintegrasi.
Pemkot Ambon akan memastikan adanya edukasi yang masif di sekolah-sekolah agar para pelajar memiliki benteng moral yang kokoh, serta tidak mudah terjebak hoaks maupun konten radikal di internet.
Melalui kemitraan yang solid ini, Bodewin berharap Densus 88 AT Polri dapat terus menjadi mitra strategis dalam menciptakan lingkungan kota yang harmonis, aman, dan toleran.
“Sinergi ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas digital, bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi, serta berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bumi Maluku,” pungkasnya. (HT-01)









