AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Deru ombak yang biasanya menjadi bagian dari harmoni kehidupan pesisir, kini berubah menjadi ancaman nyata bagi warga Dusun Aruan, Desa Aruan Gaur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku.
Akibat hantaman gelombang laut yang kian ganas, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan serius. Warga setempat kini diselimuti rasa cemas, terutama saat musim gelombang tinggi tiba.
Berdasarkan laporan langsung warga terdampak di lapangan, abrasi dan hantaman ombak telah mengikis daratan di sekitar permukiman. Kondisi ini membuat struktur bangunan rumah warga mulai rapuh.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap kali ombak besar datang, kami hanya bisa pasrah dan berdoa agar rumah kami tetap berdiri. Dinding-dinding rumah sudah mulai rusak, tanah terkikis, dan rasa takut kini jadi makanan kami sehari-hari,” ujar salah seorang warga Dusun Aruan yang terdampak bencana melalui Facebook, Senin (15/6/2026).

Merespons kondisi yang kian memprihatinkan, masyarakat Dusun Aruan meminta perhatian serius dari pemerintah, mulai dari Pemerintah Kabupaten SBT, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga pemerintah pusat.
Ada dua kebutuhan mendesak yang saat ini diharapkan warga, yakni bantuan material untuk memperbaiki rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan fisik, dan pembangunan talud atau pelindung pantai (breakwater) permanen untuk mencegah abrasi meluas ke area permukiman.
Jika tidak ada langkah penanganan yang konkret dan cepat dari pemerintah, warga khawatir kerusakan akan meluas dan berpotensi menelan korban jiwa atau kehilangan tempat tinggal secara total.
“Hari ini baru beberapa rumah yang rusak. Kalau dibiarkan tanpa penanganan nyata, bukan tidak mungkin seluruh permukiman di pesisir ini akan habis tersapu ombak,” lanjut warga dalam keterangannya. (HT-01)









