Forum Perempuan Seribu Pulau Maluku Lahirkan 4 Rekomendasi Strategis, Dorong Kebijakan Responsif Gender

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pelaksanaan Forum Konsolidasi Perempuan Seribu ­Pulau sukses menelurkan sejumlah rekomendasi strategis untuk transformasi dan penguatan kebijakan yang lebih responsif gender.

Kegiatan yang berlangsung pada 11–13 Juni 2026 ini diinisiasi oleh jaringan masyarakat sipil Gerak Bersama Perempuan Maluku (GBPM), dengan dukungan dari Yayasan Ipas Indonesia dan Yayasan Ina Ata Mutiara Maluku.

“Hasil konsolidasi menghasilkan rekomendasi dengan empat fokus utama berdasarkan pemetaan isu dan kebutuhan perempuan di 11 kabupaten/kota,” ujar Koordinator GBPM, Lusia Peilouw, dalam acara Media Gathering di Kantor Sekretariat Komnas HAM Provinsi Maluku, Rabu (17/6).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lusia memaparkan empat fokus utama rekomendasi tersebut, yakni
adaptasi perubahan iklim berbasis komunitas, perlindungan hukum, terutama pencegahan kekerasan berbasis gender dan kekerasan seksual, pemenuhan hak kesehatan reproduksi, dan pembangunan mekanisme jejaring antar-pulau.

Empat poin ini merangkum kebutuhan mendesak perempuan di Maluku saat ini, mulai dari akses layanan dasar sosial dan kesehatan, perlindungan HAM, hingga akses sumber ekonomi yang belum setara di 11 kabupaten/kota.

Baca Juga :  Pemkot Ambon Konsisten Jadikan Festival Imlek Magnet Wisata Tahunan

“Peserta dari seluruh kabupaten/kota memetakan isu, kasus, dan kebutuhan mereka, lalu menyatukannya dalam rekomendasi serta rencana tindak lanjut,” tambah perempuan yang akrab disapa Lusi ini.

Agenda akbar yang dibuka oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa serta dihadiri Wakil Menteri PPPA Veronica Tan ini, melibatkan sedikitnya 200 peserta.

Uniknya, forum ini tidak hanya dihadiri oleh aktivis. Peserta datang dari beragam latar belakang profesi, usia (20-an hingga 50-an), dan organisasi. Mulai dari ibu rumah tangga, biarawati, jurnalis, mahasiswa, kelompok LGBTQ, hingga peserta laki-laki yang peduli pada isu gender.

Sekretaris GBPM, Linda Holle, menegaskan bahwa dukungan terhadap gerakan progresif perempuan Maluku perlu didorong secara lebih masif melalui berbagai advokasi. Dalam hal ini, jurnalis dan media massa memegang peran krusial.

Baca Juga :  Densus 88 Perluas Pencegahan Radikalisme di Ambon

“Kawan-kawan jurnalis adalah bagian dari jejaring kami. Pemberitaan di media massa sangat ampuh mendorong percepatan perubahan kebijakan maupun penanganan kasus di lapangan,” kata Linda.

Oleh karena itu, organisasi kewartawanan secara resmi dimasukkan sebagai aliansi strategis dalam rencana tindak lanjut GBPM.

Ketua Panitia, Jacquelin Akyuwen, menilai forum ini sebagai langkah besar bagi perempuan di Maluku untuk menyuarakan harapan mereka secara kolektif.

“Perempuan Maluku perlu duduk bersama dan berkonsolidasi untuk menentukan arah kebijakan yang benar-benar responsif gender,” cetusnya.

Senada dengan Jacquelin, Sekretaris Panitia Ulfa Tuahuns mengungkapkan bahwa Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau merupakan pertemuan akbar kedua bagi kaum perempuan di Maluku setelah belasan tahun vakum.

“Sebelum ini, perempuan Maluku pernah berkumpul dalam momen serupa pada Kongres Perempuan Maluku tahun 2009. Artinya, momentum ini terjadi lagi setelah 17 tahun,” pungkas Ulfa. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apresiasi Kafilah MTQ, Wagub Maluku Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Qurani
Forum Peduli SBB Kirim Satu Truk Bantuan untuk Korban Konflik Patahuwe-Lisabata
Pendekatan Humanis, Kapolres SBB Perkuat Sinergi Bersama Eks Napiter
Kafe Ujung JMP Salurkan 1 Ton Beras untuk Korban Bentrok Taniwel
Gubernur Maluku: Agama Mengajarkan Kedamaian, Persaudaraan Menghadirkan Kekuatan
LPKA Ambon Perkuat Moral Anak Binaan Bersama Kemenag
Isbat Nikah Terpadu, 60 Pasutri di Ambon Dapat Kepastian Hukum
Batas Akhir Registrasi Bansos 31 Agustus 2026, Warga Ambon Diimbau Segera Mendaftar

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:28 WIT

Apresiasi Kafilah MTQ, Wagub Maluku Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

Rabu, 16 September 2026 - 14:35 WIT

Forum Peduli SBB Kirim Satu Truk Bantuan untuk Korban Konflik Patahuwe-Lisabata

Rabu, 16 September 2026 - 10:04 WIT

Pendekatan Humanis, Kapolres SBB Perkuat Sinergi Bersama Eks Napiter

Selasa, 15 September 2026 - 06:29 WIT

Kafe Ujung JMP Salurkan 1 Ton Beras untuk Korban Bentrok Taniwel

Minggu, 6 September 2026 - 22:35 WIT

Gubernur Maluku: Agama Mengajarkan Kedamaian, Persaudaraan Menghadirkan Kekuatan

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT