Gubernur Desak Pusat Beri Ruang Daerah Kelola ASN di Kepulauan

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 19:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan sejumlah pandangan strategis terkait pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi II DPR RI.

Rapat yang digelar di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026) ini melibatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), para gubernur, serta dilanjutkan dengan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Maluku menyoroti tantangan berat yang dihadapi provinsi kepulauan dalam memenuhi kebutuhan ASN, terutama karena sebaran wilayah dengan karakteristik geografis yang kompleks.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, daerah kepulauan memerlukan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan distribusi aparatur sering kali tidak merata di seluruh pulau yang masuk dalam wilayah administrasi provinsi.

“Provinsi dengan jumlah pulau yang sangat banyak membutuhkan dukungan kebijakan yang mampu menjamin ketersediaan ASN secara merata. Ini penting agar pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Lewerissa.

Baca Juga :  Survei Indikator: DPR Jadi Lembaga Paling Tidak Dipercaya Publik

Selain persoalan distribusi, Lewerissa menilai pengelolaan ASN saat ini masih cenderung bersifat sentralistis. Oleh karena itu, ia mendesak agar pemerintah daerah kepulauan diberikan ruang kewenangan yang lebih besar untuk menata ASN sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.

Sebagai contoh, Lewerissa memaparkan bahwa masih banyak pulau terpencil yang memiliki keterbatasan sarana serta infrastruktur kesehatan.

Dalam situasi tertentu, pemerintah daerah dinilai jauh lebih memahami kebutuhan penempatan maupun penyesuaian tugas bagi ASN yang menghadapi persoalan kesehatan atau kendala pelayanan di wilayah terluar.

Atas dasar itulah, Pemerintah Provinsi Maluku mengusulkan agar pemerintah pusat mempertimbangkan pendelegasian sebagian kewenangan pengelolaan ASN kepada daerah yang berkarakteristik kepulauan.

Baca Juga :  Keluar dari Zona Merah, Kualitas Pelayanan Publik Tanimbar Meningkat

Pada forum yang sama, Gubernur Maluku juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri PANRB, dan Menteri Keuangan atas perhatian pemerintah pusat terhadap aspirasi daerah, khususnya terkait rencana relaksasi ketentuan batas maksimal belanja pegawai dalam APBD.

Meski menyambut positif, Lewerissa meminta kepastian hukum yang jelas mengenai mekanisme relaksasi yang akan diterapkan, mengingat ketentuan batas belanja pegawai tersebut sebelumnya telah diatur ketat dalam undang-undang.

“Kami menyambut baik kebijakan relaksasi tersebut. Namun, kami juga membutuhkan kepastian hukum terkait dasar legalitas pelaksanaannya agar pemerintah daerah memiliki landasan yang jelas dan aman dalam menjalankan kebijakan,” tegasnya.

Melalui raker ini, Pemerintah Provinsi Maluku berharap pemerintah pusat dapat memberikan atensi lebih terhadap kebutuhan spesifik daerah kepulauan, khususnya dalam aspek pengelolaan ASN demi mewujudkan pelayanan publik yang efektif hingga ke pelosok dan wilayah terluar. (HT-01)

 

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Maluku Optimistis SIPD-RI H2H Tutup Celah Kesalahan Transaksi
Siasati Ketergantungan APBN, Wagub Maluku Dorong Optimalisasi Sektor Pertanian dan Kelautan
Raih WTP 10 Beruntun, Pemprov Maluku Belum Tindak Lanjuti 165 Rekomendasi BPK
Persaingan Terakhir Tiga Pejabat Menuju Kursi Sekkot Ambon
Realisasi APBD Maluku Baru 11,46 Persen, Perputaran Ekonomi Bisa Terhambat
Pemkot Ambon Gandeng FST Unpatti Garap Pembangunan Berbasis Sains dan Teknologi
Sanksi ASN Pungli, Pemkot Ambon Gencarkan Digitalisasi
Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Maluku Tengah Lobi Dirjen SDA Kementerian PU

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:11 WIT

Wagub Maluku Optimistis SIPD-RI H2H Tutup Celah Kesalahan Transaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:07 WIT

Siasati Ketergantungan APBN, Wagub Maluku Dorong Optimalisasi Sektor Pertanian dan Kelautan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:38 WIT

Raih WTP 10 Beruntun, Pemprov Maluku Belum Tindak Lanjuti 165 Rekomendasi BPK

Senin, 8 Juni 2026 - 19:00 WIT

Gubernur Desak Pusat Beri Ruang Daerah Kelola ASN di Kepulauan

Senin, 8 Juni 2026 - 10:06 WIT

Persaingan Terakhir Tiga Pejabat Menuju Kursi Sekkot Ambon

Berita Terbaru

Rektor Universitas Pattimura  Prof. Fredy Leiwakabessy menyampaikan sambutan pada Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela hasil kerja sama Unpatti dan INPEX Masela, Ltd di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026). Foto : Istimewa

Ekonomi & Bisnis

Rektor Unpatti : Rantai Pasok Blok Masela Wajib Sejahterakan Maluku

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:18 WIT