Laka Laut di Wermaktian Tanimbar: 13 Selamat, Satu Korban Meninggal Ditemukan

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Saumlaki, Sat Polair Polres Kepulauan Tanimbar, dan Ditpolairud Polda Maluku berhasil menuntaskan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan laut (laka laut) di perairan Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Operasi intensif tersebut berlangsung selama dua hari, terhitung sejak Rabu (7/7/2026) hingga Kamis (8/7/2026).

Dalam insiden ini, sebanyak 13 korban dilaporkan berhasil selamat. Namun, operasi ini juga membawa kabar duka setelah satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia bernama Thomas Kadun (54).

Jenazah korban pertama kali ditemukan di kawasan Boyawan, Pulau Selu, Kecamatan Wermaktian oleh warga setempat dan pihak keluarga yang ikut aktif membantu proses pencarian.

Setelah menerima informasi penemuan tersebut, Tim SAR gabungan langsung bertolak menuju lokasi di Pulau Selu menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas untuk mengevakuasi jenazah.

Tim SAR gabungan bersama pihak keluarga kemudian mengantarkan jenazah almarhum Thomas Kadun kembali ke rumah duka di Pulau Seira menggunakan jalur laut.

Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, melalui Kasat Polair Ipda Simon Nusmese, mengatakan bahwa sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci utama kelancaran proses evakuasi. Ia juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya korban.

Baca Juga :  Karhutla Hanguskan Perkebunan Warga, Pemda Buru Selatan Didesak Turun Gunung

“Sejak menerima laporan, kami langsung bergerak cepat menyisir area perairan. Berkat kerja sama yang solid antara Basarnas, Polairud, serta bantuan yang sangat besar dari pihak keluarga dan warga Selu, seluruh korban berhasil dievakuasi,” ujar Kasat Polair.

Lebih lanjut, Kasat mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini tidak menentu dan menuntut kewaspadaan tinggi.

Ia mengimbau seluruh nelayan dan penyedia jasa transportasi laut untuk selalu memeriksa kelaikan kapal, memantau prakiraan cuaca terkini, serta memastikan ketersediaan alat keselamatan seperti pelampung sebelum berlayar. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara
Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib di Maluku Jadi Komitmen Daerah
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 17:41 WIT

Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam

Kamis, 24 September 2026 - 11:51 WIT

KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT