AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Piru sukses mencuri perhatian dalam ajang Bazar UMKM Pemasyarakatan Maluku.
Sebanyak 254 produk tercatat ludes terjual dalam pameran yang digelar pada Jumat (10/04/2026). Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus digencarkan oleh Lapas Piru.
Produk bakery menjadi primadona utama dalam bazar tersebut. Berbagai varian roti hasil olahan tangan Warga Binaan habis tak bersisa dengan total penjualan mencapai 210 buah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Produk yang terjual terdiri dari
80 buah roti cokelat, 50 buah roti sosis, 40 buah roti pisang, dan
40 buah roti moka.
Tingginya antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa kualitas rasa dan daya saing produk manufaktur Lapas Piru semakin meningkat dan mampu bersaing di pasar umum.
Selain produk bakery, berbagai produk kerajinan dan kuliner lainnya juga diminati pembel yaknj 2 pasang (4 buah) lukisan pasir kaligrafi ukuran kecil, 2 bungkus kemasan daun dan 9 kemasan pouch, 13 bungkus keripik sukun ukuran besar dan kecil, 7 bungkus keripik keladi, serta 11 bungkus keripik pisang.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari pembinaan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan nyata.
“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke masyarakat. Bazar ini adalah panggung bagi mereka untuk menunjukkan potensi dan kualitas diri,” ungkap Hery.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa seluruh produk melalui proses kontrol kualitas yang ketat.
“Kami memastikan standar yang baik, mulai dari produksi hingga pengemasan. Ini komitmen kami agar produk Warga Binaan mampu bersaing secara profesional,” jelasnya.
Azren, salah satu pengunjung yang memborong produk bakery, mengaku terkesan dengan kualitas produk tersebut.
“Rotinya enak dan lembut, tidak kalah dengan toko roti di luar. Saya cukup terkejut mengetahui ini hasil karya Warga Binaan. Kegiatan positif seperti ini sangat perlu didukung,” ujarnya.
Keikutsertaan Lapas Piru dalam ajang ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pembinaan berbasis kemandirian, sekaligus memperkuat upaya reintegrasi sosial melalui karya produktif yang diterima masyarakat secara luas.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman, mencerminkan komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung lingkungan yang produktif dan tertib. (HT-01)








