GBULA, HEADLINETIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda SBT, . Ramli Kilwarani, pada prosesi Wisuda Sarjana ke-VI STKIP Ita Wotu Nusa di Bula, Rabu (29/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada para wisudawan atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menuntaskan studi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis finis, melainkan gerbang awal menuju tantangan yang lebih besar di era transformasi digital.
“Keberhasilan ini adalah hasil ketekunan yang patut diapresiasi. Namun ingat, masyarakat menanti kontribusi nyata. Kita butuh generasi yang tidak hanya cerdas akademik, tapi juga memiliki integritas, kreativitas, dan karakter yang kuat,” tegas Bupati melalui Ramli Kilwarani.
Bupati berharap para lulusan baru ini mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja di daerah.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, memberikan kabar baik terkait pengembangan mutu akademik.

Ia menyoroti masih banyaknya tenaga pendidik (dosen) yang saat ini masih berkualifikasi Magister (S2).
Sebagai solusinya, pemerintah tengah merancang program beasiswa doktoral (S3) yang diprioritaskan bagi dosen di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Berbatasan).
“Pemerintah membuka peluang besar bagi para dosen S2 untuk melanjutkan studi ke jenjang S3. Ini adalah bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas SDM akademik kita,” ujar Prof. Fauzan.
Ia juga berpesan kepada civitas akademika STKIP Ita Wotu Nusa agar tidak cepat berpuas diri dan terus melakukan transformasi. Menurutnya, mereka yang enggan beradaptasi akan tergilas oleh zaman.
Prof. Fauzan juga memberikan penghormatan khusus kepada para orang tua wisudawan. Ia menyebutkan bahwa dukungan moral dan finansial orang tua adalah pilar utama keberhasilan mahasiswa.
“Sekitar 80 persen kesuksesan para wisudawan hari ini adalah hasil doa dan pengorbanan orang tua. Wisuda ini adalah awal dari ‘evolusi akademik’ dan transformasi diri untuk menghadapi kehidupan yang lebih kompleks,” tambahnya.
Acara wisuda ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD SBT, Risman Sibualamo, Ketua LASQI Nusantara Jaya, Rohani Vanath, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, petinggi TNI-Polri, perwakilan OKP/OKP-i, serta tokoh masyarakat. (HT-01)








