AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan pentingnya peran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai mitra strategis pemerintah. Sinergi ini dinilai krusial dalam mendorong investasi dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) demi kebangkitan ekonomi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Maluku Periode 2025–2030.
Acara yang mengusung tema “Peningkatan Peran Kadin Dalam Pengembangan Investasi dan Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi” ini berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Senin (27/4/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan bahwa Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam di berbagai sektor unggulan, seperti kelautan, perikanan, pariwisata, hingga energi.
Namun, potensi ini memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha agar dapat terkelola secara optimal.
“Maluku memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Namun, potensi ini harus didukung dengan penguatan investasi dan pemberdayaan UMKM agar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hendrik.
UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi
Gubernur juga menyoroti peran UMKM sebagai pilar utama perekonomian yang berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, ia meminta KADIN untuk serius dalam melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.
“Sebagian besar pelaku usaha di Indonesia berasal dari sektor UMKM. KADIN harus mampu menjadi motor penggerak dalam membantu UMKM naik kelas dan memiliki daya saing global,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Lewerissa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan inklusif. Ia menekankan bahwa investasi yang masuk harus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Penguatan Konektivitas Maluku
Sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi, Pemprov Maluku saat ini tengah memacu berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan kawasan pelabuhan terpadu guna memperkuat konektivitas antar-pulau.
“Sebagai daerah kepulauan, Maluku membutuhkan infrastruktur logistik yang kuat. Pengembangan pelabuhan terpadu akan menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan daya saing daerah,” jelasnya. (HT-01)








